Video Viral Affan Dilindas Brimob Banjiri Media Sosial, Warganet Teriak Keadilan

Video Viral Affan Dilindas Brimob Banjiri Media Sosial, Warganet Teriak Keadilan
Viral Affan Dilindas Brimob Banjiri Media Sosial, Warganet Teriak Keadilan, Foto: Grid

WARTASULUH.COM- Tragedi tewasnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan pemuda berusia 21 Tahun, yang dilindas kendaraan taktis Brimob saat pembubaran massa demonstrasi di sekitar Gedung DPR, Kamis malam, 28 Agustus 2025, memicu gelombang reaksi keras dari warganet. Linimasa media sosial dipenuhi kecaman, tagar protes, hingga tuntutan agar kepolisian bertanggung jawab penuh atas insiden berdarah itu.

Sejak Jumat pagi 29 Agustus 2025, sejumlah tagar seperti #KeadilanUntukAffan, #BrimobLindasOjol, dan #ReformasiPolri bertengger di jajaran trending topic X. Ribuan unggahan berisi potongan video detik-detik Affan terlindas rantis Brimob beredar luas, menimbulkan suasana mencekam di jagat maya.

Warganet menilai tindakan aparat berlebihan dan tidak profesional dalam mengendalikan massa. “Nyawa manusia tidak boleh jadi korban kesewenangan aparat. Affan hanya mencari nafkah, bukan bagian dari demonstran,” tulis salah satu akun dengan ribuan retweet.

Tak sedikit pengguna media sosial yang menyuarakan rasa takut sekaligus marah. Mereka khawatir tragedi serupa bisa menimpa siapa saja yang berada di sekitar lokasi demonstrasi. “Hari ini Affan, besok bisa siapa saja. Negara harus hadir melindungi rakyat, bukan malah membahayakan,” tulis akun lain di Instagram.

Video viral yang menampilkan warga berteriak histeris saat Affan dilindas semakin memperkuat gelombang kekecewaan publik. Banyak yang menilai peristiwa itu tidak hanya mencoreng wajah Polri, tetapi juga menimbulkan trauma sosial. “Suara warga berteriak ‘ya Allah diinjak’ itu tidak akan hilang dari ingatan kami,” komentar seorang warganet.

Di tengah derasnya kritik, sejumlah aktivis digital dan organisasi masyarakat sipil juga ikut menyuarakan tuntutan agar proses hukum dilakukan terbuka. Mereka menekankan agar tujuh anggota Brimob yang diperiksa Propam tidak sekadar dikenai sanksi internal, melainkan juga diadili di pengadilan umum.

Bahkan, beberapa warganet mendesak agar Presiden Prabowo Subianto turun tangan langsung mengevaluasi kinerja kepolisian. “Ini bukan sekadar musibah, tapi tragedi kemanusiaan. Presiden tidak boleh diam,” tegas salah satu komentar yang banyak disukai.

Gelombang protes di dunia maya ini memperlihatkan tingginya kepedulian publik terhadap nasib Affan. Warganet berharap agar kematian tragis sang pengemudi ojol tidak berhenti menjadi isu sesaat, melainkan menjadi titik balik perbaikan sistem keamanan dan prosedur aparat di lapangan.***