182 Titik Panas Menyala di Bengkalis, BPBD Damkar Riau Kerahkan Helikopter Water Bombing hingga Alat Berat
Sebanyak 182 titik panas (hotspot) menyala di Kabupaten Bengkalis, Update 4 April 2026 hingga pukul 23.00 WIB. Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau kerahkan helikopter water bombing hingga alat berat untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
WARTASULUH.COM, BENGKALIS - Sebanyak 182 titik panas (hotspot) menyala di Kabupaten Bengkalis, Update 4 April 2026 hingga pukul 23.00 WIB. Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau kerahkan helikopter water bombing hingga alat berat untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru Ranti Kurniati, mengatakan, sebanyak 244 titik panas di Sumatera, didominasi di Provinsi Riau sebanyak 182 titik panas di Kabupaten Bengkalis.
"Sisanya di Sumatera Selatan 19 titik panas, Aceh 15 titik panas, Kepulauan Riau 12 titik panas, Kepulauan Bangka Belitung 11 titik panas, Jambi dan Lampung masing-masing 2 titik panas, serta Bengkulu 1 titik panas," ungkap Ranti Kurniati, Minggu (5/4/2026).
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, mendapatkan laporan pada Jumat (3/4/2026) sore ditemukan 233 hotspot atau titik panas di Provinsi Riau. Dari jumlah tersebut, hotspot paling banyak ditemukan di Kabupaten Bengkalis yakni 213 titik.
Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal mengatakan, selain di Bengkalis titik hotspot juga ditemukan di Dumai : 2 titik, Kepulauan Meranti : 1 titik, Rokan Hilir : 5 titik, Pelalawan : 9 titik, Indragiri Hulu : 2 titik dan Pekanbaru : 1 titik.
“Namun dari beberapa daerah yang di temukan hotspot tersebut, yang merupakan fire spot atau titik api hanya ada di dua daerah. Yakni di Bengkalis dan Pelalawan,” katanya.
Lebih lanjut dikatakannya, untuk di Kabupaten Pelalawan titik api berada di Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti. Namun, di lokasi ini sudah memasuki tahap pendinginan dan masih ditemukan asap.
“Untuk di Kabupaten Bengkalis terdapat di dua lokasi. Yakni di Desa Titi Akar kecamatan Rupat utara, kondisinya masih ada titik api dan asap.
Kemudian juga di Desa Teluk Lancar kecamatan Bantan, Desa Sekodi dan Desa Palkun Kecamatan Bengkalis. Kondisinya masih ada titik api dan asap tebal,” ujarnya.
Untuk upaya yang saat ini sedang dilakukan, selain melakukan pemadaman dengan tim darat. Juga sudah dilakukan water bombing dilokasi.
Pengerahan alat berat untuk Pembuatan sekat bakar dan embung, serta kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
“Untuk lokasi Karhutla yang masih ditemukan api sudah dilakukan Pengerahan personel pemadaman darat gabungan TNI Polri BPBDPK Provinsi Riau, BPBD Bengkalis, Manggala Agni, MPA, Masyarakat Desa dan Kelompok Tani. Termasuk juga helikopter,” Paparnya.
Untuk kegiatan OMC, tim juga terus bergerak bahkan hingga malam hari. Hingga saat ini total sudah 14 ton garam yang disemai di langit Riau utamanya di wilayah pesisir.
“OMC masih terus dilakukan, bahkan hingga malam hari ketika ada awan potensial. Sudah 14 ton garam yang disemai,” ujarnya. (shd)


Lestari



