Jutaan Warga RI Ketahuan Hipertensi Lewat CKG, Bisa Sefatal Ini Risikonya

Jutaan Warga RI Ketahuan Hipertensi Lewat CKG, Bisa Sefatal Ini Risikonya
Hipertensi, Foto: CNN

WARTASULUH.COM- Melalui hasil pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di awal tahun 2026, ditemukan setidaknya ada sekitar 7 juta orang dewasa usia 18-59 tahun mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi.

"7 juta yang tekanan darahnya di atas normal. Jadi ini yang kita sebut hipertensi dan pre-hipertensi. Supaya kita nggak hipertensi dan pre-hipertensi, kita membatasi konsumsi garam," kata Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, dr Maria Endang Sumiwi beberapa waktu lalu.

"Kalau sudah hipertensi, karena ini yang disebut silent killer ya. Bisa menyebabkan jantung, bisa menyebabkan stroke, maka sesuai dengan yang diberikan dokter obatnya harus segera diminum," sambungnya.

Hipertensi dan Makanan Asin

Salah satu penyebab tekanan darah tinggi adalah gaya hidup yang tidak sehat, salah satunya mengonsumsi makanan atau minuman tinggi garam atau natrium.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Prof Dr dr Antonia Anna Lukito, SpJP(K), FIHA, FAPSIC, FAsCC, FSCAI dari Siloam Hospitals mengatakan sudah ada penelitian yang menemukan hubungan antara hipertensi dan masalah pada pembuluh darah.

Menurut Prof Antonia, memang masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa natrium ini tidak hanya ditemukan pada produk makanan atau minuman yang asin-asin saja.

"Misalnya minuman bersoda tadi, itu juga mengandung garam cukup tinggi dan makanan-makanan lainnya yang tidak asin, itu yang mereka harus sadari," kata Prof Antonia dikutip dari detikcom, Rabu (20/5/2026).

Inilah pentingnya untuk melihat kandungan nutrisi dari setiap produk makanan atau minuman. Menurut Prof Antonia, konsumsi garam harian sebaiknya hanya 2,5 gram/hari.

Sementara, rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni kurang dari 5 gram atau sekitar satu sendok teh per hari untuk konsumsi garam.

"Yang paling bahaya (dari hipertensi) aorta pecah dan stroke. Aorta pecah sudah hampir separuh nyawa lewat. Iya (bisa) kolaps," tegasnya.

Prof Antonia menambahkan kondisi fatal di atas memang berisiko terjadi jika konsumsi garam dan hipertensi yang terjadi dalam jangka waktu lama.

"Tanda sesaat nggak. Itu adalah kondisi yang kronis atau menahun. Kebiasaan-kebiasaan orang susah diubah. Jadi dari muda harus kebiasaan yang baik," tutupnya.