Libatkan 58 Guru SD dan SMP Bersastra, Balai Bahasa Riau Hidupkan Bahasa Melayu di Kuantan Singingi
Kepala BB Riau, Dr. Umi Kulsum, menyampaikan, penggunaan seni sebagai media revitalisasi adalah cara paling efektif untuk mendekatkan bahasa daerah kepada anak-anak.
WARTASULUH.COM, TALUK KUANTAN – Inovasi dalam pelestarian bahasa daerah terus digalakkan untuk menarik minat generasi muda. Balai Bahasa Provinsi Riau (BB Riau) menggelar Bimbingan Teknis Revitalisasi Bahasa Melayu Riau dengan pendekatan kegiatan bersastra yang melibatkan 58 guru SD dan SMP se-Kuansing.
Kegiatan yang berlangsung di SMPN 6 Kuantan Singingi pada 12—13 Mei 2026 ini menghadirkan materi variatif mulai dari menulis cerpen hingga komedi tunggal berbahasa daerah.
Kepala BB Riau, Dr. Umi Kulsum, menyampaikan, penggunaan seni sebagai media revitalisasi adalah cara paling efektif untuk mendekatkan bahasa daerah kepada anak-anak.
Menurutnya, Bahasa Melayu Riau harus tampil dengan wajah yang menyenangkan agar tidak ditinggalkan oleh penutur mudanya.
"RBD adalah jembatan yang menghubungkan nilai-nilai masa lalu dengan kreativitas masa kini melalui media bahasa yang kita cintai," jelasnya saat menyerahkan buku dwibahasa karya penulis lokal.
Asisten II Setda Kuansing, Napisman, mengapresiasi metode pembelajaran yang inklusif ini. Napisman menekankan, Bahasa Melayu Riau bukan hanya alat komunikasi, tetapi wadah "kearifan lokal" yang mengandung etika dan tata krama orang Melayu.
Dengan mengajarkan menulis aksara Melayu dan membaca puisi, para siswa diharapkan tidak hanya mahir berbicara, tetapi juga memahami estetika dan filosofi di balik kata-kata tersebut.
Selama dua hari, para guru digembleng oleh narasumber seperti Perizal (puisi), Suparmi (tembang tradisi), dan Mulkismawati (cerpen).
Kehadiran tokoh-tokoh ini memberikan perspektif baru bahwa bahasa daerah bisa menjadi modal kreatif bagi siswa. Dengan demikian, pengajaran bahasa daerah di sekolah tidak lagi terasa kaku, melainkan menjadi ruang ekspresi seni yang membanggakan bagi identitas lokal mereka.
Harapannya, semangat dari Bimtek ini akan berlanjut pada pelaksanaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2026.
Ajang tersebut akan menjadi panggung bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam berbahasa Melayu Riau hasil dari bimbingan para guru di sekolah.
Melalui literasi dan seni, masa depan Bahasa Melayu Riau diprediksi akan tetap cerah dan terus berdenyut di hati masyarakat Kuantan Singingi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Disdikpora Kuansing Zulmaswan dan Kepala Bagian Kesenian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kuantan Singingi, Alpion. (rls)


admin



