Perangi Kanker, Pemkab Inhu Gencarkan Deteksi Dini Lewat Metode DNA HPV dan Sadanis
WARTASULUH.COM, PEMATANG REBA - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu membuka Sosialisasi Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara Angkatan I Tahun 2026 di Aula Dinkes Inhu, Selasa (7/4/2026). Fokus utama kegiatan ini adalah memperkenalkan metode DNA HPV Test untuk kanker serviks dan Sadanis untuk kanker payudara.
Ketua TP PKK Inhu, Suci Rahmiani, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk dukungan terhadap Rencana Aksi Eliminasi Kanker 2023–2030. Program skrining ini menyasar perempuan usia 30–69 tahun. Suci juga mengimbau organisasi wanita untuk aktif mengajak masyarakat melakukan pemeriksaan rutin minimal setahun sekali di Puskesmas.
Kegiatan yang difokuskan pada penggunaan metode DNA HPV Test dan Sadanis (Pemeriksaan Payudara Klinis) ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Inhu, Suci Rahmiani, didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Inhu R. Vivi Olivia, serta Plt. Kepala Dinas Kesehatan Inhu Yuni Arni. Turut hadir sebagai narasumber dr. Zuainah Hasibuan dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau, bersama perwakilan berbagai organisasi wanita di Kabupaten Inhu.
Dalam sambutannya, Suci Rahmiani menegaskan bahwa kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Khusus bagi perempuan, kanker leher rahim (serviks) dan kanker payudara merupakan ancaman serius yang perlu diantisipasi melalui langkah pencegahan dan pemeriksaan sejak dini.
“Kanker serviks dan kanker payudara merupakan ancaman nyata bagi kelangsungan hidup perempuan. Melalui kegiatan sosialisasi ini, kita ingin meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara dini,” ujar Suci Rahmiani.
Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan Pemerintah Kabupaten Inhu terhadap Rencana Aksi Eliminasi Kanker Tahun 2023–2030. Program skrining tersebut menyasar perempuan usia 30 hingga 69 tahun yang telah menikah dan aktif secara seksual.
Dalam kegiatan ini, peserta diberikan pemahaman mengenai dua metode deteksi dini yang efektif. DNA HPV Test merupakan metode pemeriksaan untuk mendeteksi keberadaan virus Human Papillomavirus yang menjadi penyebab utama kanker serviks, sementara Sadanis merupakan pemeriksaan payudara secara klinis yang dilakukan oleh tenaga medis terlatih guna mendeteksi potensi kanker payudara sejak tahap awal.
Suci Rahmiani juga mengajak seluruh ketua organisasi wanita yang hadir untuk berperan aktif sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat.
“Kami mengharapkan dukungan dari seluruh organisasi wanita untuk mengajak keluarga, kolega, dan masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin minimal satu kali dalam setahun di Puskesmas terdekat. Kehadiran ibu-ibu di sini merupakan bukti nyata dukungan terhadap peningkatan capaian skrining kesehatan di Kabupaten Indragiri Hulu,” pungkasnya.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, organisasi perempuan, dan masyarakat, diharapkan upaya pencegahan serta deteksi dini dapat semakin optimal sehingga angka kejadian kanker stadium lanjut di Kabupaten Indragiri Hulu dapat ditekan secara signifikan. (Ran)
Lestari



