Jelang MTQ Riau ke-44 Kuansing, Siang Bakayuah Malam Mangaji, Ini Makna Filosofinya
Jelang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Riau ke-44 yang akan digelar pada 26 Juni 2026, gunakan slogan Siang Bakayuah Malam Mangaji. Hal itu diungkapkan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby.
WARTASULUH.COM, KUANSING - Jelang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Riau ke-44 yang akan digelar pada 26 Juni 2026, gunakan slogan Siang Bakayuah Malam Mangaji. Hal itu diungkapkan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby.
"Konsep yang diangkat dalam MTQ tahun ini dirangkum melalui slogan Siang Bakayuah Malam Mangaji. Artinya kita mengambarkan keseimbangan kehidupan masyarakat Kuansing yang menjunjung tradisi dan nilai-nilai agama," ungkap Suhardiman Amby, Rabu (13/5/2026).
Suhardiman Amby menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuansing ingin menghadirkan MTQ yang tidak hanya bernuansa religius, tetapi juga kental dengan budaya masyarakat Kuansing.
Pemkab Kuansing optimistis seluruh persiapan dapat diselesaikan tepat waktu. Dengan dukungan dan sinergi bersama Pemerintah Provinsi Riau, diharapkan berlangsung sukses serta memberikan dampak positif bagi daerah, terutama dalam sektor ekonomi, pariwisata, dan promosi budaya.
Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, mengatakan saat ini berbagai persiapan baik teknis maupun fisik terus dimatangkan agar pelaksanaan MTQ berjalan lancar.
Pihaknya juga membangun koordinasi dengan Pemprov Riau untuk memastikan seluruh kebutuhan penunjang kegiatan dapat terpenuhi sebelum pelaksanaan acara.
Selain kesiapan arena dan fasilitas utama, perhatian juga difokuskan terhadap kondisi infrastruktur jalan menuju Kabupaten Kuantan Singingi.
Hal itu dinilai penting mengingat nantinya akan ada ribuan peserta, official, dan tamu dari 12 kabupaten/kota se-Riau yang datang menghadiri MTQ ke-44.
“Ya, kehadiran kami bertemu Pak Sekda untuk melaporkan progres persiapan MTQ Provinsi Riau di Kabupaten Kuantan Singingi. Alhamdulillah, Taluk Kuantan ditunjuk menjadi tuan rumah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemkab Kuansing ingin memastikan seluruh persiapan dilakukan secara terintegrasi bersama Pemerintah Provinsi Riau.
Dengan demikian, berbagai kebutuhan penunjang pelaksanaan MTQ dapat dipersiapkan secara maksimal sejak jauh hari.
“Oleh karena itu, persiapan teknis dan fisiknya kami sampaikan kepada Pak Sekda untuk sinergi bersama Pemprov Riau. Termasuk, infrastruktur jalan yang menuju ke Kuansing,” jelasnya.
Diungkapkan, akses jalan menjadi salah satu perhatian utama karena akan memengaruhi kenyamanan serta kelancaran mobilitas peserta dan tamu selama pelaksanaan MTQ berlangsung. Pemerintah daerah pun berharap dukungan penuh dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.
“Terlebih ada utusan dari 12 kabupaten/kota yang akan datang ke Kuansing, itu harus kita perhitungkan semuanya termasuk arus lalu lintas. Jadi jalan kewenangan provinsi itu diurus Pemprov Riau, yang bagian nasional kita akan komunikasikan ke balai jalan,” ungkapnya.
Selain infrastruktur jalan, Pemkab Kuansing juga mulai memetakan kebutuhan pendukung lainnya, termasuk akomodasi bagi para kafilah.
Dirinya ingin memastikan seluruh peserta mendapatkan pelayanan yang layak selama berada di Kuantan Singingi.
Bupati Suhardiman menyebutkan, kesiapan penginapan menjadi bagian penting dalam mendukung suksesnya pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Riau. Untuk itu, berbagai fasilitas penunjang terus dibenahi sesuai standar yang telah ditetapkan.
“Kemudian, kami juga menyiapkan persiapan untuk kebutuhan para kafilah seperti tempat penginapan dan lainnya. Jadi kita siapkan sesuai standar, untuk saat ini prosesnya sudah 80 persen." pungkasnya.
Pemerintah Provinsi Riau bersama Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi terus mematangkan persiapan pelaksanaan . Berbagai konsep unik disiapkan untuk memberikan kesan berbeda.
Satu di antara yang menjadi perhatian adalah rencana pawai ta’aruf yang akan memanfaatkan aliran Sungai Kuantan sebagai pusat atraksi budaya dan religi. Jika biasanya pawai menggunakan mobil hias, kali ini peserta akan tampil menggunakan sampan hias.
Konsep tersebut diyakini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Kabupaten Kuantan Singingi. Selain mengangkat nuansa religius, pelaksanaan MTQ juga diharapkan mampu memperkenalkan budaya serta potensi wisata daerah kepada publik lebih luas.
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi mengatakan, pawai ta’aruf menjadi salah satu agenda yang dipersiapkan secara khusus oleh panitia pelaksana. Menurutnya, konsep itu lahir dari keinginan menghadirkan identitas khas Kota Jalur dalam perhelatan MTQ tingkat provinsi.
“Nah, jadi unik yang akan ditampilkan nanti adalah pawai ta’arufnya. Kalau di tempat lain pawai ini pakai mobil hias, nanti di Kuansing pawai menggunakan sampan hias,” katanya.
Dijelaskan, pemanfaatan sampan hias dinilai sangat relevan dengan kekayaan budaya Kuansing seperti pacu jalur. Hal ini menjadi identik, konsep tersebut juga akan memberikan pengalaman berbeda bagi para kafilah maupun pengunjung yang hadir selama MTQ tingkat provinsi berlangsung.
“Dengan begitu, pawai sampan tersebut dapat memanfaatkan kesan berbeda dari alur Sungai Kuantan di dalam event ini. Tentunya juga akan menarik perhatian masyarakat,” jelasnya.
Diungkapkan, pelaksanaan MTQ bukan hanya sekadar agenda yang membentuk gerenasi pencinta Al-Quran, tetapi dapat senagai momentum menggerakkan sektor ekonomi dan pariwisata daerah. Karena itu, seluruh rangkaian acara diupayakan memberi dampak langsung bagi masyarakat setempat.
Ia berharap, tingginya antusiasme masyarakat nanti dapat meningkatkan jumlah kunjungan ke Riau khususnya Kabupaten Kuantan Singingi. Kehadiran tamu dari berbagai daerah diperkirakan akan memberi efek positif terhadap pelaku UMKM hingga sektor penginapan lokal.
“Oleh karena itu kita berharap kunjungan terhadap Kabupaten Kuantan Singingi selama event MTQ juga akan masif begitu. Mudah-mudahan nanti semua orang bisa mengakses event ini dan kemudian juga dapat memberi manfaat bagi banyak pihak,” ungkapnya. (kha)


Lestari



