Pemko Pekanbaru Usulkan Sekolah Nasional Terintegrasi di Lahan Jalan Palembang Kulim

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru usulkan lahan di Jalan Palembang, Kecamatan Kulim, jadi lokasi Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), sesuai arahan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait program prioritas nasional yang mendorong daerah mengusulkan lahan 20 hektare untuk pembangunan kawasan pendidikan mulai dari SD, SMP hingga SMA.

Pemko Pekanbaru Usulkan Sekolah Nasional Terintegrasi di Lahan Jalan Palembang Kulim
Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru usulkan lahan di Jalan Palembang, Kecamatan Kulim, jadi lokasi Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), sesuai arahan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait program prioritas nasional yang mendorong daerah mengusulkan lahan 20 hektare untuk pembangunan kawasan pendidikan mulai dari SD, SMP hingga SMA. FOTO: kemendikdasmen.go.id

WARTASULUH.COM, PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru usulkan lahan di Jalan Palembang, Kecamatan Kulim, jadi lokasi Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), sesuai arahan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait program prioritas nasional yang mendorong daerah mengusulkan lahan 20 hektare untuk pembangunan kawasan pendidikan mulai dari SD, SMP hingga SMA.

Sekolah Terintegrasi ini bersifat inklusif dan bebas pungutan biaya dan ditujukan bagi anak-anak berprestasi dari seluruh kelompok masyarakat secara inklusif, tanpa membedakan latar belakang sosial ekonomi. 

Sekolah Terintegrasi memiliki tiga transformasi kunci, yakni, pertama, transformasi infrastruktur melalui penyediaan fasilitas lengkap untuk mendukung pembelajaran berkelas dunia, seperti laboratorium lengkap hingga lahan praktik pertanian dan peternakan sebagai bagian dari penguatan keterampilan peserta didik.

Kedua, transformasi sumber daya manusia dengan menghadirkan guru berkualitas yang direkrut melalui sistem seleksi dan pelatihan terstruktur, serta didukung Teaching and Learning Center sebagai ruang pengembangan strategi pembelajaran dan peningkatan kompetensi.

Ketiga, transformasi pembelajaran melalui sistem yang berkelanjutan antarjenjang dengan kurikulum kombinasi (nasional dan internasional), pendekatan STEAMS (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics, and Sports), yang diwajibkan menggunakan Bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya (Mandarin, Jepang, Arab, hingga Perancis) sebagai pengantar komunikasi, serta dilengkapi program sertifikasi pelatihan dan penguatan keahlian peserta didik.

“Kami menindaklanjuti arahan Kemendikdasmen terkait program prioritas Presiden Prabowo, yaitu Sekolah Nasional Terintegrasi. Daerah yang memiliki lahan sekitar dua puluh hektare dapat mengusulkan pembangunan tersebut,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru Syafrian Tommy, Senin (11/5/2026).

Pemko Pekanbaru telah mengajukan lokasi yang berada di kawasan Jalan Palembang, Kecamatan Kulim. Sebelumnya, lahan tersebut direncanakan sebagai terminal bongkar muat atau terminal kargo.

“Lahan yang kami usulkan berada di Jalan Palembang, yang sebelumnya direncanakan untuk terminal kargo. Kini, kami usulkan sebagai lokasi pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi,” ujar Tommy.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan di Kota Pekanbaru. Program ini sekaligus memberikan akses pendidikan yang lebih terintegrasi dan berstandar tinggi bagi masyarakat.

“Dengan konsep terintegrasi, fasilitas yang baik, serta dukungan guru yang berkualitas, program ini tentu akan memberikan manfaat besar bagi dunia pendidikan di Pekanbaru,” tambah Syafrian Tommy. (kha)