Robi Junipa Terpilih Jadi Direktur PT Bumi Siak Pusako, 27 Tahun Berkarir di Sektor Minyak dan Gas

Robi Junipa (49) terpilih jadi Direktur PT Bumi Siak Pusako (BSP) dalam rapat akhir tim panitia seleksi (pansel) di Pekanbaru, Kamis  (21/5/2026). Pria kelahiran Juni 1976 di Tembilahan, Indragiri Hilir (Inhil) itu telah berkarir selama 27 tahun di sektor minyak dan gas.

Robi Junipa Terpilih Jadi Direktur PT Bumi Siak Pusako, 27 Tahun Berkarir di Sektor Minyak dan Gas
Robi Junipa (49) terpilih jadi Direktur PT Bumi Siak Pusako (BSP) dalam rapat akhir tim panitia seleksi (pansel) di Pekanbaru, Kamis  (21/5/2026). Pria kelahiran Juni 1976 di Tembilahan, Indragiri Hilir (Inhil) itu telah berkarir selama 27 tahun di sektor minyak dan gas.

WARTASULUH.COM, SIAK - Robi Junipa (49) terpilih jadi Direktur PT Bumi Siak Pusako (BSP) dalam rapat akhir tim panitia seleksi (pansel) di Pekanbaru, Kamis  (21/5/2026). Pria kelahiran Juni 1976 di Tembilahan, Indragiri Hilir (Inhil) itu telah berkarir selama 27 tahun di sektor minyak dan gas.

Robi Junipa, saat ini menjabat sebagai Pengawas Uji Sumur di PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dan ahli dalam optimalisasi produksi lebih dari 1.500 sumur migas.

Alumni Teknik Geofisika dari ITB itu memiliki pengalaman luas, mulai dari perusahaan multinasional Italia hingga PT Chevron Pacific Indonesia (CPI). 

Ketua Tim Pansel Direktur PT BSP, Heriyanto, mengatakan, terpilihnya Robi Junipa setelah mempertimbangkan berbagai aspek penilaian. 

Mulai dari hasil asesmen oleh PPM manajemen Jakarta, hingga proses dua kali wawancara oleh Bupati Siak Dr Afni Z didampingi Kepala BPKP Perwakilan Provinsi Riau Dr Evenri Sihombing SE dan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dalam mendalami visi misi Robi Junipa dan Muttaqin. 

“Hari ini kami umumkan bahwa Bupati Siak selaku pemegang saham mayoritas memilih Robi Junipa untuk menjadi Direktur BSP. Sebagaimana kita ketahui keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan yang sangat mendalam dan proses yang panjang. Selanjutnya nanti keputusan ini akan dibawa ke rapat umum pemegang saham,” ungkap Heriyanto. 

Dijelaskannya sejak pendaftaran dibuka awal April lalu ada 10 pelamar yang kemudian diumumkan semuanya lolos seleksi arministrasi. 

Dari 10 orang yang lolos seleksi tersebut kemudian asesmen oleh lembaga independen dan profesional PPM manajemen Jakarta. 

Berdasarkan hasil asesmen Robi Junipa dan Muttaqin berhasil mendapatkan skor tertinggi menyisihkan delapan pelamar lainnya. 

“Nilai dari PPM hanya meloloskan dua orang yang direkomendasikan. Keduanya memiliki rekam jejak yang baik. Setelah didalami dalam proses wawancara dengan Bupati Siak bersama Kepala BPKP dan Kepala SKK Migas, Robi secara konsisten mendapatkan penilaian tertinggi," jelasnya. 

Keputusan Bupati Siak menunjuk Robi Junipa, dijelaskan Komisaris BSP tersebut sejalan dengan rekomendasi yang disampaikan kepala SKK Migas dan Kepala BPKP. 

Dalam catatan yang disampaikan kepada Tim Pansel, baik kepala BPKP Provinsi Riau dan Kepala SKK Migas merekommendasikan Robi Junipa untuk memimpin BSP. 

“Meskipun ibu Bupati memiliki hak mutlak untuk memilih siapa yang memimpin BSP. Beliau tetap meminta pendapat dari kepala BPKP dan SKK Migas sebagai bentuk komitmen transparansi. Ternyata rekomendasi keduanya sama dengan keyakinan Bupati setelah mendengar paparan Robi dan Muttaqin  dalam proses wawancara. Bahwa Robi lebih unggul, dengan pengalaman, visi misi terukur dan dinilai layak memimpin BSP,” tambahnya.

Bupati Siak Dr Afni Z, selaku pemegang saham mayoritas PT BSP menaruh harapan besar pada keputusan tersebut. 

Afni menegaskan, penunjukan Robi Junipa sudah didasarkan pada pertimbangan matang dengan mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak. 

"Prosesnya panjang dan kita mencari yang terbaik dari yang baik. Robi Junipa dipilih karena keunggulan kompetitif yang ia miliki. Kita butuh akselerasi cepat untuk performa BSP ke depan," tegas Bupati.

Ditambahkan Bupati perempuan pertama Siak itu  bahwa Langkah yang diambilnya dipastikan mengacu pada instrumen negara. 

Bukan didasarkan pada persoalan suka dan tidak suka. Karena sejak awal menjabat tekadnya adalah perbaikan menyeluruh pada BUMD yang ada di Siak. 

"Pilihan menjatuhkan restu pada Robi ini tidak asal pilih. Selain melalui lembaga PPM yang kredibel, keputusan ini sangat sejalan dengan rekomendasi resmi yang dikeluarkan oleh Kepala BPKP dan juga SKK Migas," jelasnya. (kha)