Masih Ada 75 Titik Panas Menyala di Bengkalis, Balai Dalkarhut Sekat Api dan Buka Akses Air untuk Padamkan Karhutla di Desa Sekodi
Masih ada 75 titik panas (hotspot) menyala di Kabupaten Bengkalis, Update 5 April 2026 hingga pukul 23.00 WIB. Untuk itu, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera kerahkan alat berat untuk sekat api dan buka akses air untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sekodi, Kecamatan Bengkalis.
WARTASULUH.COM, BENGKALIS - Masih ada 75 titik panas (hotspot) menyala di Kabupaten Bengkalis, Update 5 April 2026 hingga pukul 23.00 WIB. Untuk itu, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera kerahkan alat berat untuk sekat api dan buka akses air untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sekodi, Kecamatan Bengkalis.
Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru Indah DN, mengatakan, sebanyak 111 titik panas di Sumatera, didominasi di Provinsi Riau yang tersebar di Kabupaten Bengkalis 75 titik panas, Kota Dumai 2 titik panas, Kabupaten Kampar dan Pelalawan masing-masing 1 titik panas.
"Sisanya di Kepulauan Riau 14 titik panas, Aceh 7 titik panas, Jambi dan Kepulauan Bangka Belitung masing-masing 4 titik panas, Bengkulu, Sumatera Utara dan Lampung masing-masing 1 titik panas," ungkap Indah DN, Senin (6/4/2026).
Sementara itu, Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sekodi, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, masih terus berlangsung. Hingga Minggu (5/4/2026), api di wilayah tersebut dilaporkan belum sepenuhnya padam.
Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan bahwa strategi penanganan kini diperkuat dengan pengerahan alat berat ke lokasi kebakaran.
Alat berat tersebut difungsikan untuk melakukan penyekatan api guna mencegah perluasan kebakaran, sekaligus membantu membuka akses dan penyediaan sumber air bagi tim pemadam di lapangan.
“Perbantuan alat berat hari ini diarahkan untuk penyekatan api dan membantu penyediaan sumber air di lokasi,” ujarnya.
Saat ini, satu tim dari Daops Siak masih bertugas di Desa Sekodi dan terus melakukan upaya pemadaman. Kondisi di lapangan yang sulit, termasuk terbatasnya sumber air, menjadi tantangan utama dalam proses penanganan karhutla.
"Untuk memperkuat operasi, tambahan personel juga mulai didatangkan. Satu regu dari Daops Pekanbaru dijadwalkan masuk untuk membantu operasi di Desa Pelkun, sementara satu regu lainnya dari Daops Siak bergerak ke Desa Kelemantan," jelasnya.
Pengerahan alat berat di Sekodi diharapkan mampu mempercepat pengendalian api, terutama dalam membatasi area terbakar agar tidak meluas ke wilayah lain.
Pihak Dalkarhut juga terus mengoptimalkan berbagai metode pemadaman, baik darat maupun udara, guna memastikan kebakaran di Bengkalis dapat segera ditangani secara menyeluruh.
"Mohon terus dukungan doa dari rekan-rekan semua agar cuaca tetap kondusif sehingga membantu proses pemadaman, serta seluruh tim di lapangan senantiasa diberi kesehatan dan keselamatan," pintanya. (shd)


Lestari



