Tim Pengendalian Inflasi Daerah Riau Gelar Operasi Pasar Murah di Pekanbaru, Ini Jadwal dan Lokasinya

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Riau gelar operasi pasar murah menyasar titik-titik padat penduduk di Kota Pekanbaru mulai pukul 08.30 WIB. Langkah strategis ini diambil guna mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat dalam bulan Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah yang segera tiba.

Tim Pengendalian Inflasi Daerah Riau Gelar Operasi Pasar Murah di Pekanbaru, Ini Jadwal dan Lokasinya
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Riau gelar operasi pasar murah menyasar titik-titik padat penduduk di Kota Pekanbaru mulai pukul 08.30 WIB. Langkah strategis ini diambil guna mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat dalam bulan Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah yang segera tiba. FOTO: Diskominfotiks Riau

WARTASULUH.COM, PEKANBARU - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Riau gelar operasi pasar murah menyasar titik-titik padat penduduk di Kota Pekanbaru mulai pukul 08.30 WIB. Langkah strategis ini diambil guna mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat dalam bulan Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah yang segera tiba.

Pada Selasa (24/2/2026), operasi pasar murah digelar di halaman Masjid Nurul Iman, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya, Rabu (25/2/2026) di halaman Kantor Lurah Delima, Kecamatan Binawidya, Kamis (26/2/2026) di halaman Kantor Lurah Wonorejo, Kecamatan Marpoyan Damai, dan Jumat (27/2/2026) di halaman Kantor Lurah Sialang Rampai, Kecamatan Kulim.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindagkop UKM Riau, Tetty Nurdianti, mengatakan, sebelumnya pada Senin (23/2/2026) sudah digelar operasi pasar murah di halaman Kantor Desa Kuapan, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar sebagai bentuk jangkauan pelayanan hingga ke wilayah penyangga ibu kota provinsi.

"Setelah pembukaan di Kampar, fokus kegiatan selama empat hari berikutnya akan dipusatkan sepenuhnya di Kota Pekanbaru," kata Tetty.

Tetty menegaskan bahwa operasi ini bertujuan utama untuk memastikan kelancaran distribusi sekaligus menstabilkan harga pangan di tingkat konsumen agar tidak terjadi inflasi yang membebani masyarakat.

Dalam pelaksanaan teknisnya, perwakilan distributor merincikan jumlah komoditas yang dipasok setiap harinya. 

Pihaknya menyediakan stok rutin berupa 600 liter minyak goreng, 200 kilogram gula pasir, serta 500 kilogram beras SPHP. 

Selain itu, tersedia juga beras premium jenis Anak Daro dan Sokan masing-masing sebanyak 40 karung untuk kemasan 10 kilogram dan 5 kilogram, ditambah 50 papan telur ayam serta stok cabai dan bawang merah.

Terkait harga, distributor menjelaskan bahwa komoditas dijual di bawah harga pasar reguler. Beras SPHP dibanderol Rp60.000 per 5 kg, sementara beras premium Anak Daro dan Sokan dijual seharga Rp162.000 per 10 kg atau Rp81.000 untuk kemasan 5 kg. 

Untuk kebutuhan dapur lainnya, gula pasir dipatok Rp17.000 per kg, minyak goreng mulai dari Rp15.500 hingga Rp21.000 tergantung merek, serta garam dan tepung tapioka dengan harga yang sangat kompetitif.

Masyarakat yang ingin memanfaatkan fasilitas ini diharapkan hadir tepat waktu karena pasar murah mulai beroperasi sejak pukul 08.30 WIB. 

Tetty Nurdianti mengimbau para pembeli untuk tetap menjaga ketertiban saat mengantre demi kelancaran transaksi.

Ia juga menekankan pentingnya aspek lingkungan dengan meminta masyarakat membawa kantong belanja sendiri dari rumah guna mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. 

Pemprov Riau berharap kecemasan masyarakat akan kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadan dapat teratasi.

"Kami ingin masyarakat merasa tenang karena pemerintah hadir memastikan ketersediaan pangan tetap aman dan harganya tetap terjangkau hingga hari raya nanti," pungkas Tetty. (kha)