15 Ton Garam Tambahan Akan Disemai di Langit Riau untuk Operasi Modifikasi Cuaca Hujan Buatan, Masih Ada 13 Titik Panas

Sebanyak 15 ton garam tambahan yang diterima Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan disemai di langit wilayah Provinsi Riau untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) membuat hujan buatan. Hingga update Senin (23/2/2026) pukul 23.00 WIB, masih ada 13 titik panas di Riau.

15 Ton Garam Tambahan Akan Disemai di Langit Riau untuk Operasi Modifikasi Cuaca Hujan Buatan, Masih Ada 13 Titik Panas
Sebanyak 15 ton garam tambahan yang diterima Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan disemai di langit wilayah Provinsi Riau untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) membuat hujan buatan. Hingga update Senin (23/2/2026) pukul 23.00 WIB, masih ada 13 titik panas di Riau. FOTO: BPBD Damkar Riau

WARTASULUH.COM, PEKANBARU - Sebanyak 15 ton garam tambahan yang diterima Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan disemai di langit wilayah Provinsi Riau untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) membuat hujan buatan. Hingga update Senin (23/2/2026) pukul 23.00 WIB, masih ada 13 titik panas di Riau.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan Jim Gafur mengatakan, pada awalnya pihaknya mendapat bantuan garam semai sebanyak 8,5 ton dari BNPB. 

“Pada tahap awal, bantuan garam semai dari BNPB sebanyak 8,5 ton. Namun kita baru saja kembali menerima bantuan sebanyak 15 ton,” katanya, Selasa (24/2/2026).

Lebih lanjut dikatakannya, kegiatan OMC saat ini masih dilakukan didaerah pesisir Riau. Per Minggu  (22/2/2026) kegiatan OMC dilakukan di wilayah Kabupaten Siak. Di mana garam yang disemai sebanyak 1 ton dalam satu sortie kegiatan.

“Kegiatan OMC masih difokuskan didaerah pesisir Riau yang menurut informasi dari BMKG curah hujannya menurun. Kemudian didaerah tersebut juga banyak terdapat lahan gambut,” sebutnya.

Sementara itu, hingga saat ini mencatat sudah ada 11 kabupaten/kota di Riau yang terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada awal tahun ini. 

Dari 11 daerah tersebut, total luasan Karhutla sebanyak 1.041,74 Hektare (Ha). Ke 11 daerah yang sudah terjadi Karhutla tersebut yakni Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu), Indragiri Hilir (Inhil), Kuantan Singingi (Kuansing), Rokan Hilir (Rohil), Kota Dumai dan Pekanbaru.

“Hingga saat ini sudah 11 daerah di Riau yang ditemukan terjadi Karhutla. Total luasan Karhutla 1.041,74 Ha,” katanya.

Untuk Karhutla di Kota Dumai hingga saat ini tercatat seluas 30,52 Ha, Bengkalis 201,01 Ha, Kepulauan Meranti 13,40 Ha, Siak 63,53 Ha, Pekanbaru 14,08 Ha, Kampar 29,50 Ha, Pelalawan 612,30 Ha, Inhu 1,20 Ha, Inhi 64,70 Ha, Rohil 10 Ha dan Kuansing 1,50 Ha.

“Dari rincian luasan tersebut, juga ditemukan 1.849 hotspot atau titik panas dengan jumlah fire spot atau titik api sebanyak 128 ,” ujarnya.

Namun demikian, saat ini Karhutla yang terjadi di beberapa wilayah tersebut dilaporkan sudah berhasil ditangani oleh tim gabungan dilokasi.

“Laporan dari masing-masing daerah Karhutla diwilayah sudah bisa ditangani. Hujan juga terjadi cukup rata di Riau beberapa hari terakhir ini ,” sebutnya.

Sementara itu, update Senin (23/2/2026) pukul 23.00 WIB, terdapat 62 titik panas di Sumatera yang berasal dari Provinsi Aceh 36 titik panas, Riau 13 titik panas, Sumatera Barat 6 titik panas, Sumatera Utara 6 titik panas, Kepulauan Bangka Belitung dan Bengkulu masing-masing 1 titik panas.

"13 titik panas di Riau tersebar di Kabupaten Bengkalis 5 titik panas, Pelalawan 4 titik panas, Kota Dumai 2 titik panas, Rokan Hulu dan Siak masing-masing 1 titik panas," ungkap Mari Frystine, Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru, Selasa (24/2/2026). (shd)