Hasil Pesik Kuningan dan Pasuruan United, Final Liga 4 Piala Presiden 2026, Uji Ketangguhan dan Mental Juara

Hasil Pesik Kuningan dan Pasuruan United, Final Liga 4 Piala Presiden 2026, Minggu (11/7/2026) Pukul 14:30 WIB di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, uji ketangguhan dan mental juara.

Hasil Pesik Kuningan dan Pasuruan United, Final Liga 4 Piala Presiden 2026, Uji Ketangguhan dan Mental Juara
Hasil Pesik Kuningan dan Pasuruan United, Final Liga 4 Piala Presiden 2026, Minggu (11/7/2026) Pukul 14:30 WIB di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, uji ketangguhan dan mental juara. FOTO: PSSI

WARTASULUH.COM, YOGYAKARTA - Hasil Pesik Kuningan dan Pasuruan United, Final Liga 4 Piala Presiden 2026, Minggu (11/7/2026) Pukul 14:30 WIB di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, uji ketangguhan dan mental juara.

Pesik Kuningan sukses memastikan tempat di partai final usai berhasil menaklukkan PSN Ngada dengan skor 5-4 melalui adu penalti, setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal laga semifinal pertama di Stadion Sriwedari, Solo.

PSN Ngada sempat unggul lebih dulu lewat sundulan Basten Du'e pada menit kelima, sebelum akhirnya disamakan oleh tembakan terukur Muhammad Arozi pada menit ke-22. 

Meski harus mengakhiri langkah di semifinal, PSN Ngada tetap menutup musim dengan kebanggaan karena sukses memastikan tiket promosi ke Liga 3 Nusantara musim 2027.

Sedangkan Pasuruan United yang diarsiteki oleh duet pelatih Bio Paulin dan Kas Hartadi sukses menundukkan Persinga Ngawi, pada laga semifinal di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta. 

Setelah bermain tanpa gol (0-0) sepanjang waktu normal, Laskar Santri Mbeling memastikan kemenangan 5-4 di babak adu penalti.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang turut hadir menyaksikan langsung laga antara Pasuruan United dan Persinga Ngawi di Stadion Mandala Krida, memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kompetisi dan menyoroti pentingnya pembinaan di level amatir.

"Pertandingan bagus, saya mengucapkan selamat kepada PSSI Provinsi Yogyakarta yang bisa menggelar event besar. Ini sudah babak semifinal dan nanti sudah finalnya. Mudah-mudahan ini bagian dari bagaimana kita mulai membangun persepakbolaan amatir," ujar Erick Thohir.

Lebih lanjut, Erick menekankan pentingnya kompetisi berjenjang dari tingkat kota hingga provinsi untuk menjaring talenta-talenta muda.

"Tadi saya cek umurnya ada yang 19, 20, dan 21 tahun. Ini yang harus kita jaga. Bagaimana ada Liga 1 dan Liga 2 yang profesional, tetapi tim-tim amatir juga harus dibentuk. Ke depannya kita akan fokus di kompetisi kota dan provinsi, supaya penontonnya ramai dan persaingannya maksimal, sehingga nanti bisa dipantau oleh liga lain maupun tim nasional kelompok umur yang mumpuni," tambahnya. (shd)