Maryam Siswa MAN 1 Pekanbaru Diterima di 22 Kampus Luar Negeri, Raih 4 Beasiswa Internasional

Maryam siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pekanbaru, ini diterima di 22 perguruan tinggi luar negeri. Tidak hanya itu, dia juga meraih empat beasiswa internasional untuk mendukung rencana studinya.

Maryam Siswa MAN 1 Pekanbaru Diterima di 22 Kampus Luar Negeri, Raih 4 Beasiswa Internasional
Maryam siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pekanbaru, ini diterima di 22 perguruan tinggi luar negeri. Tidak hanya itu, dia juga meraih empat beasiswa internasional untuk mendukung rencana studinya. FOTO: Kemenag

WARTASULUH.COM, PEKANBARU — Maryam siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pekanbaru, ini diterima di 22 perguruan tinggi luar negeri. Tidak hanya itu, dia juga meraih empat beasiswa internasional untuk mendukung rencana studinya.

"Saya sangat bersyukur bisa diterima di berbagai kampus luar negeri. Tentunya perjalanan ini tidak mudah karena harus membagi waktu antara madrasah, persiapan dokumen, dan berbagai persyaratan lainnya. Saya berterima kasih kepada orang tua, guru, dan semua pihak yang selalu mendukungi," kata Maryam, dikutip Wartasuluh.com dari laman Kemenag.go.id, Selasa (9/6/2026).

Selain diterima di sejumlah kampus internasional, Maryam juga memperoleh empat beasiswa bergengsi, yakni Academic Merit Scholarship, STEM Scholarship, International Student Support Scholarship, dan CDU Global Merit Scholarship.

Kampus yang menerima Maryam tersebar di Australia, Selandia Baru, Inggris, dan Amerika Serikat. Di antaranya Monash University pada program Applied Data Science Advanced, University of Adelaide dan Charles Darwin University pada program Bachelor of Science, Macquarie University pada bidang Biotechnology, serta Curtin University, Deakin University, Bond University, Swinburne University of Technology, dan Coventry University pada bidang Biomedical Science.

Maryam juga diterima di University of Wollongong untuk Nutrition Science, Massey University untuk Food Technology, University of Southern Queensland untuk Food and Beverage Science, Leeds Beckett University untuk Data Science and Artificial Intelligence, University of St. Thomas untuk Neuroscience pada Biochemistry, Caldwell University untuk Biology–Forensic Track, serta DePaul University untuk Biochemistry. 

Selain itu, ia juga diterima di dari University of Canterbury dan Briar Cliff University pada bidang Environmental Science, The University of Waikato pada program Environmental Sciences and Biomedical Sciences, Auckland University of Technology pada Food Science and Biomedical Science, Western Sydney University pada Applied Data Science, serta Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT) pada program Bachelor of Science.

"Tentunya perjalanan ini tidak mudah karena harus membagi waktu antara madrasah, persiapan dokumen, dan berbagai persyaratan lainnya," ujar Maryam.

Siswi Program Cambridge MAN 1 Pekanbaru itu mengatakan keberhasilannya tidak terlepas dari dukungan orang tua dan para guru yang terus mendampinginya selama proses pendaftaran ke berbagai perguruan tinggi luar negeri.

Koordinator Bimbingan Konseling MAN 1 Pekanbaru, Yogi Nurfa Paramitasari, mengatakan proses persiapan menuju perguruan tinggi luar negeri membutuhkan konsistensi dan komitmen tinggi dari murid. 
Pendampingan dilakukan mulai dari pemilihan kampus, penyusunan personal statement, hingga persiapan dokumen yang dibutuhkan.

"Pencapaian ini tidak diraih secara instan. Mereka melewati proses yang panjang dan penuh tantangan. Kami di BK berupaya mendampingi murid agar mampu menemukan potensi terbaiknya dan percaya diri untuk mendaftar ke kampus-kampus internasional," kata Yogi. (kha)