14 Titik Panas Menyala di Riau, Manggala Agni Lanjutkan Mopping Up Karhutla di Pematang Kudu Bengkalis Hari Ini
Sebanyak 14 titik panas (hotspot) menyala di Provinsi Riau, Update 21 Juli 2026 hingga pukul 23.00 WIB. Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera akan lanjutkan Mopping Up Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis pada hari ini, Rabu (22/7/2026).
WARTASULUH.COM, BENGKALIS - Sebanyak 14 titik panas (hotspot) menyala di Provinsi Riau, Update 21 Juli 2026 hingga pukul 23.00 WIB. Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera akan lanjutkan Mopping Up Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis pada hari ini, Rabu (22/7/2026).
Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru Deby C, mengatakan, sebanyak 14 titik panas di Riau tersebar di Kabupaten Bengkalis 11 titik panas serta Indragiri Hilir, Siak dan Kota Dumai masing-masing 1 titik panas.
"Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera 151 titik panas yang tersebar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 41 titik panas, Aceh 35 titik panas, Sumatera Selatan 33 titik panas, Riau 14 titik panas, Lampung 11 titik panas, Sumatera Barat 8 titik panas, Jambi 6 titik panas, dan Bengkulu 3 titik panas," ungkap Deby C, Rabu (22/7/2026).
Sementara itu, operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan.
Setelah sepekan berjibaku memadamkan api di lahan gambut, kondisi asap di lokasi kebakaran kini berkurang signifikan.
Perubahan tersebut terlihat jelas dari perbandingan kondisi lapangan antara pagi hingga sore hari pada Selasa (21/7/2026).
Upaya empat regu Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera yang terus melakukan pendinginan dan mopping up berhasil menekan kemunculan asap yang sebelumnya masih keluar dari sejumlah titik.
Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan perkembangan di lapangan menjadi sinyal positif bahwa strategi penanganan yang dilakukan mulai membuahkan hasil.
"Progress signifikan sudah mulai terlihat. Apabila diperbandingkan kondisi before-after operasi pagi dan sore, terlihat sekali perbedaan kondisi asap," kata Ferdian, Selasa malam.
Ia menjelaskan, tim masih akan melanjutkan kegiatan mopping up pada Rabu (22/7/2026) dengan kekuatan penuh sebanyak empat regu untuk memastikan tidak ada lagi bara maupun asap yang tersisa di dalam lapisan gambut.
"Besok tim masih melanjutkan operasi dengan kekuatan empat regu untuk mopping up dan terus memastikan tidak ada asap lagi," ujarnya.
Sebelumnya, sepanjang Selasa pagi, empat regu Manggala Agni tetap bekerja di tengah kondisi cuaca kering tanpa hujan dan keterbatasan sumber air.
Bara api yang masih tersimpan di bawah permukaan gambut membuat proses pendinginan harus dilakukan secara teliti dan berulang agar kebakaran tidak kembali muncul.
Di sejumlah titik, personel bahkan harus memanfaatkan kanal-kanal kecil dengan debit air yang terus menyusut akibat musim kemarau.
Lumpur di dasar kanal juga dibersihkan terlebih dahulu agar air dapat dipompa menuju lokasi yang masih menyimpan panas.
Berdasarkan hasil pemantauan udara sebelumnya, luas area terdampak kebakaran di Pematang Pudu diperkirakan mencapai sekitar 81 hektare.
Saat ini fokus operasi bukan lagi memadamkan kobaran api di permukaan, melainkan menuntaskan bara tersembunyi di dalam lapisan gambut yang berpotensi memunculkan titik api baru.
Selain perkembangan positif di lapangan, Ferdian memastikan seluruh personel yang bertugas dalam kondisi sehat dan telah menyusun strategi operasi untuk hari berikutnya.
"Semua personel kondisi sehat dan pembagian tugas strategi besok sudah dibagi dengan baik. Semoga langkah-langkah ini menjadi strategi penuntasan," tuturnya.
Ia menegaskan, Manggala Agni tidak akan terburu-buru mengakhiri operasi sebelum seluruh lokasi benar-benar dinyatakan aman.
Dengan progres yang terus membaik, diharapkan operasi mopping up yang dilanjutkan pada Rabu mampu menuntaskan sisa-sisa bara di dalam gambut sehingga kawasan Pematang Pudu benar-benar bebas dari asap dan risiko kebakaran kembali. (shd)
Lestari



