Gempa Flores Rusak 509 Rumah Ibadah, Menteri Agama Nasaruddin Umar Salurkan Bantuan Rp3 Miliar

Gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) rusak 509 rumah ibadah, yaitu 422 rumah ibadah Katolik, 33 Kristen, 51 Islam, 1 Hindu, dan 2 Buddha. Gempa juga merusak bangunan 94 satuan pendidikan keagamaan lintas agama, 7 kantor Kemenag, 12 KUA, 1 fasilitas FKUB, serta 343 rumah ASN Kemenag.

Gempa Flores Rusak 509 Rumah Ibadah, Menteri Agama Nasaruddin Umar Salurkan Bantuan Rp3 Miliar
Menteri Agama Nasaruddin Umar langsung menyalurkan bantuan tanggap darurat senilai Rp3 miliar untuk masyarakat terdampak gempa, saat mengunjungi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (3/9/2026). FOtO: Kemenag

WARTASULUH.COM, FLORES - Gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) rusak 509 rumah ibadah, yaitu 422 rumah ibadah Katolik, 33 Kristen, 51 Islam, 1 Hindu, dan 2 Buddha. Gempa juga merusak bangunan 94 satuan pendidikan keagamaan lintas agama, 7 kantor Kemenag, 12 KUA, 1 fasilitas FKUB, serta 343 rumah ASN Kemenag.

Tak hanya mendata kerusakan ratusan fasilitas keagamaan, Kementerian Agama (Kemenag) langsung menerjunkan tim untuk menyalurkan bantuan dan memulihkan trauma para korban. Menteri Agama Nasaruddin Umar langsung menyalurkan bantuan tanggap darurat senilai Rp3 miliar untuk masyarakat terdampak gempa, saat mengunjungi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (3/9/2026).

Menag mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar pemerintah untuk membantu masyarakat melewati masa tanggap darurat sekaligus mempercepat pemulihan layanan pendidikan dan keagamaan.

Sejak gempa terjadi, Kementerian Agama telah berkoordinasi dengan jajaran di daerah untuk memetakan kebutuhan masyarakat dan menyalurkan berbagai bantuan, mulai dari tenda hingga kebutuhan dasar.

Menag mengaku sejak awal ingin datang langsung menemui warga terdampak. Namun, kondisi transportasi membuat bantuan lebih dahulu dikirimkan melalui jalur yang memungkinkan.

"Bagi saya, itu (penyaluran bantuan) belum cukup. Saya ingin turun langsung dan akhirnya hari ini saya bisa datang ke tempat ini," ujar Nasaruddin Umar, dikutip Wartasuluh.com dari laman Kemenag, Jumat (4/9/2026).

Menurut Nasaruddin, kehadirannya di NTT  bukan sekadar menjalankan agenda pemerintahan. Ia ingin memastikan masyarakat terdampak merasakan kehadiran negara sekaligus dukungan dari sesama warga bangsa.

Sementara ittu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT Fransiskus Kariyanto mengatakan, jajaran Kemenag telah bergerak sejak awal bencana dengan melakukan pendataan kerusakan serta menyalurkan bantuan ke sejumlah wilayah.

Bantuan telah disalurkan antara lain ke Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat.

Kementerian Agama juga memberikan santunan kepada keluarga siswa madrasah yang meninggal dunia serta terus memastikan layanan pendidikan dan keagamaan tetap berjalan di wilayah terdampak. Kementerian Agama sebelumnya juga telah menyediakan 16 tenda belajar darurat serta 1.000 school kit untuk menunjang proses belajar mengajar siswa terdampak gempa.

Menag berharap bantuan pemerintah dan solidaritas masyarakat dapat mempercepat pemulihan Flores.

Ia mengajak seluruh pihak untuk terus bergotong royong membantu warga terdampak hingga mereka dapat kembali menjalani aktivitas secara normal.

"Yang paling penting saat ini bagi kami adalah memastikan para penyintas memperoleh kebutuhan dasar mendesak, yakni makanan, air, tempat tinggal sementara, layanan kesehatan, serta dukungan psikologis dan spiritual," ujar Kakanwil Kemenag NTT Fransiskus Kariyanto. (kha)