Craving Cemilan Sehabis Makan? Dokter Gizi Bagikan Tips Mengatasinya
WARTASULUH.COM- Keinginan kuat untuk ngemil (craving), terutama makanan atau minuman manis setelah selesai makan sering kali menjadi tantangan terbesar saat menjaga pola makan. Jika terus dituruti, kebiasaan ini dapat mengganggu program diet dan kesehatan secara keseluruhan.
Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan bahwa 'craving' manis sehabis makan biasanya terbentuk dari kebiasaan yang terus-menerus diulang hingga menjadi pola ketagihan.
"Begitu sudah enggak minum atau makan manis lagi, kayak nyariin. Kayak jadi ada yang kurang, mood-nya jadi enggak bagus tuh, karena masih pengin makan manis terus. Terus 'craving' melulu gitu kan," beber dalam live TikTok detikHealth, Kamis (20/8/2026).
Untuk memutus rantai 'craving' tersebut, dr Yaze menyarankan perbaikan pada susunan komposisi makanan utama. Salah satu trik praktis yang dia bagikan adalah membagi piring makan dengan metode pembagian.
"Nah, dalam satu porsi ketika kita makan, itu dibagi. Jadi dibagi nih, aku kasih kayak huruf T gitu (di piring)," jelasnya.
Berikut panduan pembagian piring metode 'Huruf T' ala dr Yaze:
- Separuh Piring (setengah bagian atas): Diisi penuh dengan sayuran dan buah-buahan sebagai sumber serat utama.
- Seperempat Piring (seperempat bagian bawah kiri): Diisi dengan sumber protein tinggi, seperti ayam, ikan, tahu, tempe, atau telur.
- Seperempat Piring (seperempat bagian bawah kanan): Diisi dengan karbohidrat, misalnya nasi, kentang, atau ubi.
dr Yaze menegaskan bahwa kuncinya ada pada kebiasaan mengonsumsi cukup protein dan serat saat makan utama. Kedua nutrisi ini membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna sehingga rasa kenyang dapat bertahan lama dan keinginan ngemil manis tidak muncul kembali.
"Supaya kenyangnya lebih lama gara-gara si protein dan serat tadi, sehingga enggak craving' lagi setelah makan," tutupnya.
Khaliza



