Prakiraan Cuaca Riau 22 Agustus 2026, 97 Titik Panas Menyala di Bumi Lancang Kuning, Siswa Wajib Pakai Masker karena Udara Tidak Sehat
Prakiraan Cuaca Riau 22 Agustus 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) ungkap hanya ada hujan dengan intensitas ringan diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Sedangkan 97 titik panas (hotspot) menyala di Riau, berdasarkan Update Info Hotspot Riau BMKG pada 21 Agustus 2026 pukul 23.00 WIB, terbanyak di Pelalawan 71 titik panas, sehingga kualitas udara di Pelalawan tidak sehat karena dilanda kabut asap.
WARTASULUH.COM, PELALAWAN - Prakiraan Cuaca Riau 22 Agustus 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) ungkap hanya ada hujan dengan intensitas ringan diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Sedangkan 97 titik panas (hotspot) menyala di Riau, berdasarkan Update Info Hotspot Riau BMKG pada 21 Agustus 2026 pukul 23.00 WIB, terbanyak di Pelalawan 71 titik panas, sehingga kualitas udara di Pelalawan tidak sehat karena dilanda kabut asap.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Anggun R, mengatakan, pada pagi hari udara kabur hingga cerah berawan.
Pada siang hingga sore hari, katanya, cuaca cerah berawan hingga berawan. Begitu juga pada malam hari, cuaca cerah berawan hingga berawan.
"Hujan dengan intensitas ringan diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul)," ungkap Anggun R, Sabtu (22/8/2026).
Kemudian pada dini hari, udara kabur hingga cerah berawan. Suhu udara antara 23.0 hingga 34.0 °C dengan kelembapan udara berkisar 50 hingga 95 persen.
Sedangkan angin bertiup dari Selatan ke arah Barat dengan kecepatan 10-30 km/jam.
Kemudian untuk prakiraan tinggi gelombang di Wilayah Perairan Provinsi Riau berkisar antara 0.5 – 1.25 meter (Rendah).
Anggun R mengatakan, sebanyak 97 titik panas (hotspot) menyala di Provinsi Riau, terbanyak di Kabupaten Pelalawan 71 titik panas berdasarkan Update Info Hotspot Riau BMKG pada 21 Agustus 2026 pukul 23.00 WIB. Akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan dilanda kabut asap dan kualitas udara tidak sehat, sehingga siswa diwajibkan pakai masker dan aktivitas di luar ruangan dibatasi.
Sebanyak 97 titik panas menyala di Provinsi Riau itu, kata Anggun R, tersebar di Kabupaten Pelalawan 71 titik panas, Indragiri Hilir 8 titik panas, Kampar 4 titik panas, Indragiri Hulu dan Kota Dumai masing-masing 3 titik panas, Rokan Hulu, Bengkalis, dan Kepulauan Meranti masing-masing 2 titik panas, serta Kuantan Singingi 1 titik panas.
"Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera sebanyak 1104 titik panas yang tersebar di Provinsi Sumatera Selatan 528 titik panas, Kepulauan Bangka Belitung 221 titik panas, Lampung 98 titik panas, Riau 97 titik panas, Jambi 83 titik panas, Kepulauan Riau 34 titik panas, Bengkulu 16 titik panas, Aceh 13 titik panas, Sumatera Utara 9 titik panas, dan Sumatera Barat 5 titik panas," jelas Anggun R.
Sementara itu, Dinas Pendidikan Pelalawan batasi kebijakan dengan melakukan pembatasan kegiatan siswa di luar ruangan. Kemudian setiap siswa diwajibkan menggunakan masker.
Kebijakan ini akibat dampak dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kerumutan. Dilaporkan kualitas udara Pelalawan hari ini masuk kategori kurang sehat. Kondisi ini berdampak pada aktivitas belajar mengajar di sekolah.
“Untuk kegiatan di luar ruangan seperti olahraga dan kegiatan lainnya sementara tidak dilaksanakan. Siswa juga kuta wajibkan memakai masker,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Pelalawan, Leo Nardo, Jumat (21/8/2026).
Menurutnya, kebijakan larangan aktifitas di luar ruangan termasuk memakai masker, sebagai langkah untuk mengurangi paparan udara yang kurang sehat. Kondisi ini akan terus dipantau dengan berkoordinasi dengan instansi terkait.
Baik Dinas Pendidikan mau pun Dinas Lingkungan Hidup daerah setempat. Namun jika kualitas udara memburuk, perubahan kebijakan akan diperbaharui.
“Untuk libur belum ada. Kebijakan ini sifatnya menyesuaikan situasi,” ujar Leo.
Dengan demikian, proses pembelajaran tetap berjalan normal. Untuk jam belajar mengajar pun masih sama seperti sebelumnya.
Ia berharap, kondisi seperti ini cepat berlalu. Sehingga aktifitas belajar mengajar pun tak lagi pembatasan. (shd)
Lestari



