143 Titik Panas Menyala di Riau, Api di Sejumlah Titik Berhasil Dijinakkan Satgas Karhutla

Sebanyak 143 titik panas (hotspot) menyala di Provinsi Riau, Update 7 Agustus 2026 hingga pukul 23.00 WIB. Berkat sinergi tim gabungan yang melibatkan personel darat dan dukungan helikopter water bombing, sejumlah titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berhasil dipadamkan, sedangkan lokasi lainnya memasuki tahap pendinginan.

143 Titik Panas Menyala di Riau, Api di Sejumlah Titik Berhasil Dijinakkan Satgas Karhutla
Sebanyak 143 titik panas (hotspot) menyala di Provinsi Riau, Update 7 Agustus 2026 hingga pukul 23.00 WIB. Berkat sinergi tim gabungan yang melibatkan personel darat dan dukungan helikopter water bombing, sejumlah titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berhasil dipadamkan, sedangkan lokasi lainnya memasuki tahap pendinginan. FOTO: Satgas Karhutla Riau

WARTASULUH.COM, ROKAN HILIR - Sebanyak 143 titik panas (hotspot) menyala di Provinsi Riau, Update 7 Agustus 2026 hingga pukul 23.00 WIB. Berkat sinergi tim gabungan yang melibatkan personel darat dan dukungan helikopter water bombing, sejumlah titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berhasil dipadamkan, sedangkan lokasi lainnya memasuki tahap pendinginan.

Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru Indah DN, mengatakan, sebanyak 143 titik panas di Riau tersebar di Kabupaten Rokan Hilir 48 titik panas, Bengkalis 24 titik panas, Indragiri Hulu 14 titik panas, Pelalawan dan Rokan Hulu masing-masing 13 titik panas, Kota Dumai 11 titik panas, Siak 7 titik panas, Kampar dan Indragiri Hilir masing-masing 5 titik panas, serta Kuantan Singingi 3 titik panas.

"Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera 804 titik panas yang tersebar di Provinsi Sumatera Selatan 254 titik panas, Riau 143 titik panas, Jambi 123 titik panas, Kepulauan Bangka Belitung 119 titik panas, Lampung 71 titik panas, Sumatera Utara 54 titik panas, Sumatera Barat 30 titik panas, Kepulauan Riau dan Bengkulu masing-masing 5 titik panas," ungkap Indah DN, Sabtu (8/8/2026).

Sementara itu, Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau menunjukkan perkembangan positif. 

Berkat sinergi tim gabungan yang melibatkan personel darat dan dukungan helikopter water bombing, sejumlah titik kebakaran berhasil dipadamkan, sementara lokasi lainnya memasuki tahap pendinginan untuk mencegah api kembali muncul.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Karhutla Provinsi Riau per Jumat (7/8/2026), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 25 titik panas (hotspot) di wilayah Riau. 
Titik panas tersebut tersebar di Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak sembilan titik, Kota Dumai sembilan titik, Kabupaten Indragiri Hilir tiga titik, Kabupaten Rokan Hulu dua titik, Kabupaten Kuantan Singingi satu titik, dan Kabupaten Rokan Hilir satu titik.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD dan Damkar Provinsi Riau, Jim Ghafur, mengatakan seluruh personel Satgas Karhutla tetap disiagakan untuk mengantisipasi potensi kebakaran, terutama di lahan gambut yang memiliki risiko bara api bertahan di bawah permukaan.

"Alhamdulillah, beberapa lokasi sudah berhasil dipadamkan dan sebagian lainnya hanya menyisakan asap tipis. Namun petugas tetap melakukan pendinginan dan pemantauan agar api tidak muncul kembali, terutama di lahan gambut yang berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan," ujarnya.

Menurut Jim Ghafur, kondisi cuaca dan arah angin masih menjadi tantangan dalam upaya penanganan karhutla. Oleh karena itu, seluruh unsur Satgas Karhutla Provinsi Riau tetap berada dalam kondisi siaga penuh.

"Untuk lokasi yang masih terdapat titik api seperti di Sungai Guntung Hilir, Rengat, maupun Pasir Limau Kapas, seluruh personel terus melakukan pemadaman dengan dukungan helikopter water bombing. Target kami api dapat segera dipadamkan sepenuhnya sehingga tidak meluas ke wilayah lain," katanya.

Meski kondisi mulai terkendali, tim gabungan tetap meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan penanganan intensif di sejumlah lokasi yang masih berpotensi terjadi kebakaran.

Di Desa Mak Teduh, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, api telah berhasil dipadamkan sepenuhnya melalui kolaborasi tim darat dan operasi water bombing. 

Sementara di Kelurahan Kerumutan, petugas masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala.

Di kawasan Sungai Guntung Tengah, Kecamatan Rengat, yang berada di wilayah Suaka Margasatwa Kerumutan, operasi pemadaman terus diperkuat dengan dukungan penyiraman dari udara. Adapun di Sungai Guntung Hilir, titik api yang tersisa terus berkurang berkat operasi terpadu darat dan udara.

Perkembangan positif juga terjadi di Desa Teluk Kiambang, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir. Kebakaran di wilayah tersebut telah berhasil dikendalikan dan kini hanya menyisakan asap tipis yang masih terus dipantau petugas.

Sementara itu, titik kebakaran baru terdeteksi di Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir. Tim gabungan bersama helikopter water bombing segera dikerahkan untuk mencegah api meluas ke area yang lebih luas.

"Pemerintah Provinsi Riau bersama seluruh unsur Satgas Karhutla terus mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran guna mempercepat penanganan di lapangan," tutupnya. (shd)