Kepala Dinas Kominfotik Riau Supriyadi Minta Wartawan Tetap Profesional dan Jaga Kode Etik Jurnalistik

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Riau Supriyadi meminta wartawan untuk tetap berpegang teguh pada etika profesionalisme di tengah pertumbuhan pesat ribuan media daring. Saat ini, katanya, terdapat sekitar 5.600 hingga 5.800 entitas media daring yang beroperasi dan mendistribusikan berita di wilayah Provinsi Riau, bernaung di bawah berbagai organisasi profesi maupun perusahaan pers seperti PWI, AJI, IJTI, JMSI, SMSI, AMSI, PFI dan SPS.

Kepala Dinas Kominfotik Riau Supriyadi Minta Wartawan Tetap Profesional dan Jaga Kode Etik Jurnalistik
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Riau Supriyadi meminta wartawan untuk tetap berpegang teguh pada etika profesionalisme di tengah pertumbuhan pesat ribuan media daring. Saat ini, katanya, terdapat sekitar 5.600 hingga 5.800 entitas media daring yang beroperasi dan mendistribusikan berita di wilayah Provinsi Riau, bernaung di bawah berbagai organisasi profesi maupun perusahaan pers seperti PWI, AJI, IJTI, JMSI, SMSI, AMSI, PFI dan SPS. FOTO: Diskominfotiks Riau

WARTASULUH.COM, PEKANBARU - Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Riau Supriyadi meminta wartawan untuk tetap berpegang teguh pada etika profesionalisme di tengah pertumbuhan pesat ribuan media daring. Saat ini, katanya, terdapat sekitar 5.600 hingga 5.800 entitas media daring yang beroperasi dan mendistribusikan berita di wilayah Provinsi Riau, bernaung di bawah berbagai organisasi profesi maupun perusahaan pers seperti PWI, AJI, IJTI, JMSI, SMSI, AMSI, PFI dan SPS.

"Kita memaklumi ada berbagai warna yang berbeda, tetapi jauh lebih baik jika kita melangkah bersama-sama. Meski bernaung di organisasi yang berbeda, hal yang paling utama adalah tetap menjaga hubungan silaturahmi antar sesama pelaku media," ungkap Supriyadi dalam diskusi bertajuk "Tantangan dan Masa Depan Pers Riau" yang berlangsung di Gedung PWI Riau, Pekanbaru, Selasa (15/9/2026).

Supriyadi turut menyentil tantangan moral serta etika yang dihadapi para insan pers pada era percepatan arus informasi digital. Ia menilai pergeseran industri media saat ini menuntut para wartawan untuk tetap cermat dan tidak terjebak dalam persaingan komersial semata.

"Akan datang suatu zaman gila, di mana jika kita tidak ikut gila, kita seolah tidak akan kebagian. Tetapi ingat, itu belum selesai, kita harus tetap mengambil sikap untuk eling dan waspada," ujar Supriyadi.

Ia menegaskan pentingnya menjaga rekam jejak pers yang positif agar dapat diwariskan secara baik kepada generasi mendatang. Menurutnya, karya jurnalistik yang dipublikasikan hari ini akan menjadi catatan sejarah yang dinilai langsung oleh masyarakat luas.

"Ingatlah bahwa kita memiliki anak cucu yang kelak akan mewarisi generasi ini. Mari pertahankan nilai-nilai yang baik dan terus kita tumbuh suburkan bersama," tutur Supriyadi.

Diskusi bulanan tersebut dihadiri oleh puluhan wartawan dan pimpinan redaksi dari pelbagai media lokal yang beroperasi di Provinsi Riau. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat pilar persatuan serta meningkatkan kualitas karya jurnalistik di daerah tersebut. (rik)