Cegah Kenakalan Remaja, Tim Gabungan Ujung Batu Jaring 25 Pelajar Membolos dan 13 Motor
WARTASULUH.COM, UJUNGBATU - Tim Satuan Tugas (Satgas) Lintas Sektoral Kecamatan Ujung Batu menjaring 25 pelajar yang nekat membolos saat jam pelajaran berlangsung di Desa Pematang Tebih, Senin (15/9/2026). Dalam operasi penertiban kenakalan remaja tersebut, petugas juga mengamankan 13 unit sepeda motor untuk diperiksa kelengkapan surat serta spesifikasinya.
Pelajar yang terjaring berasal dari sejumlah SMA, SMK dan salah satu sekolah swasta di wilayah Kecamatan Ujung Batu. Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dengan menyisir sejumlah lokasi yang menjadi sasaran, mulai dari lingkungan sekolah tingkat SMK hingga SMA yang berada di wilayah Kecamatan Ujung Batu.
Tim gabungan tersebut melibatkan Camat Ujung Batu Sigit Pranjoro, S.STP., M.Si., Kapolsek Ujung Batu Kompol Buyung Kardinal, S.H., M.H., Danramil 08 Tandun yang diwakili Babinsa Serka Azmet, Panit Lantas Ujung Batu Ipda Lisna, perwakilan KUA Ujung Batu Ustaz Boby, Ketua Tim Satgas Abdul Maza, Ustaz Berlian Siregar serta tokoh masyarakat Ujung Batu Ustaz Firman Halim.
Para pelajar tersebut ditemukan berada di salah satu rumah yang sekaligus dijadikan warung di wilayah Desa Pematang Tebih. Mereka diduga sedang berada di luar lingkungan sekolah saat jam belajar, bahkan ditemukan tengah bermain kartu domino dan merokok.
Selanjutnya, para pelajar bersama kendaraan roda dua yang digunakan dibawa ke Polsek Ujung Batu untuk dilakukan pendataan dan pembinaan. Petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan surat-surat kendaraan serta kondisi kendaraan.
Dari 13 kendaraan yang diamankan, petugas menemukan sejumlah kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi, di antaranya menggunakan knalpot tidak standar atau brong, tidak dilengkapi spion serta persoalan pada tanda nomor kendaraan.
Ketua Tim Satgas Kecamatan Ujung Batu, Abdul Maza, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan dan hasil rapat lintas sektor bersama dinas terkait, tokoh agama, tokoh adat dan organisasi masyarakat.
"Razia pelajar yang cabut dari sekolah ini kita lakukan untuk mencegah kenakalan remaja dan menjaga anak-anak agar tidak terjerumus dalam kegiatan yang dapat mengganggu ketertiban," ujarnya.
Sementara itu, Camat Ujung Batu Sigit Pranjoro, S.STP., M.Si., mengatakan pihaknya telah melakukan pemetaan dan menyisir sejumlah lokasi yang selama ini menjadi sasaran pengawasan.
"Kita memantau siswa-siswi mulai dari tingkat SMP, SMA dan SMK yang ada di wilayah Kecamatan Ujung Batu pada jam sekolah. Kita ingin memastikan mereka mengikuti kegiatan belajar dan tidak meninggalkan sekolah tanpa alasan," kata Sigit.
Menurutnya, dalam kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB tersebut, tim menemukan sekitar 25 pelajar yang sedang duduk santai, merokok dan bermain domino di salah satu lokasi di Desa Pematang Tebih.
"Kita berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah pencegahan agar para pelajar tidak melakukan kegiatan di luar sekolah selama jam belajar," tambahnya.
Kapolsek Ujung Batu Kompol Buyung Kardinal, S.H., M.H., mengatakan para pelajar tersebut diamankan untuk diberikan pembinaan. Pihak kepolisian juga akan memanggil guru dan orang tua masing-masing pelajar.
"Yang kita amankan sekitar 25 anak di salah satu rumah atau warung di belakang salah satu sekolah di Pematang Tebih. Ada 13 kendaraan roda dua yang kita amankan dan kita lakukan pengecekan kelengkapan surat kendaraan," jelasnya.
Kapolsek menambahkan, terhadap kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi akan dilakukan penanganan sesuai ketentuan. Kendaraan nantinya dapat diambil oleh orang tua setelah proses pemeriksaan dan pembinaan selesai.
Kompol Buyung juga mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka.
"Kami mengimbau kepada orang tua agar benar-benar memastikan anaknya berangkat ke sekolah. Jangan sampai anak berpamitan ke sekolah, tetapi ternyata tidak mengikuti kegiatan belajar dan justru berada di luar sekolah sehingga dapat mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Ujung Batu," pungkasnya.
Kegiatan razia dan pembinaan pelajar tersebut diharapkan dapat menjadi langkah bersama antara pemerintah kecamatan, kepolisian, TNI, sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan orang tua dalam mencegah kenakalan remaja serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan tertib. (Toat)



Lestari
