John Herdman Ungkap Gaya Bermain Timnas Indonesia Sudah Berubah, Puji Calvin Verdonk yang Tampil Impresif
Kepala pelatih Timnas Indonesia, John Herdman menyebut skuad Garuda telah menunjukkan komitmen kuat terhadap identitas permainan yang sedang dibangun, meski hasil akhir belum berpihak.
WARTASULUH.COM, JAKARTA – Kepala pelatih Timnas Indonesia, John Herdman menyebut skuad Garuda telah menunjukkan komitmen kuat terhadap identitas permainan yang sedang dibangun, meski hasil akhir belum berpihak.
“Dari penampilan ini, saya pikir kami bisa mengambil hal-hal positif. Saya melihat ini sebagai usaha kolektif. Kami berkomitmen pada tingkat fisik yang tinggi dan gaya bermain kami, tapi pada akhirnya kami belum meraih hasil,” ungkap John Herdman, menilai kekalahan tipis 0-1 dari Bulgaria dalam laga final FIFA Series 2026 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta Senin (30/3/2026).
Meski tampil dominan dan agresif sepanjang pertandingan, Indonesia belum berhasil mengonversi sejumlah peluang menjadi gol.
Herdman juga menilai laga tersebut sejatinya berada dalam kendali timnya. Ia menegaskan bahwa pada level seperti ini, efektivitas menjadi pembeda utama.
“Ketika Anda tampil di level seperti itu dan pertandingan ada dalam genggaman, Anda harus bisa memenangkannya. Malam ini seharusnya menjadi kemenangan untuk Indonesia,” tegasnya.
Meski demikian, Herdman tetap memberikan apresiasi terhadap cara timnya mengontrol permainan, khususnya saat menghadapi lawan dari Eropa yang dikenal memiliki kekuatan fisik dan pengalaman di level tinggi.
“Melawan tim Eropa seperti Bulgaria, saya rasa kami mampu mengontrol lini tengah sepanjang pertandingan. Ada banyak konektivitas dalam permainan kami, dan para pemain menunjukkan pemahaman yang baik terhadap sistem,” tambahnya.
Selain itu, pelatih asal Consett, Inggris tersebut menyoroti kematangan taktik yang mulai terbentuk, termasuk fleksibilitas tim dalam mengadopsi dua sistem permainan berbeda dalam dua pertandingan terakhir.
“Kami meminta pemain untuk berani beradaptasi dengan gaya baru, dan mereka menunjukkan itu. Fleksibilitas ini penting untuk perkembangan tim ke depan,” ujarnya.
Dari sisi individu, Herdman secara singkat memuji performa Calvin Verdonk yang dinilai tampil menonjol dan berperan penting dalam mengontrol tempo permainan.
“Saya bangga dengan Calvin malam ini. Dia tampil di level tertinggi dan pantas mendapatkan lebih,” katanya.
Selain Verdonk, ia juga menyoroti kontribusi pemain lain seperti Joey Pelupessy, Ivar Jenner, serta Beckham Putra yang dinilai mampu menjalankan peran dengan baik dalam sistem permainan.
“Melawan tim Eropa seperti Bulgaria, saya rasa kami mampu mengontrol lini tengah sepanjang pertandingan. Ada banyak konektivitas dalam permainan kami dan para pemain menunjukkan pemahaman yang baik terhadap sistem,” jelasnya.
“Saya juga melihat Beckham Putra dan lainnya menunjukkan bahwa mereka bisa memberi dampak melawan tim Eropa yang secara fisik lebih besar dan kuat,” katanya.
Kendati demikian, ia mengakui masih ada pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan, khususnya dalam penyelesaian akhir.
“Soal ketajaman, kami sebenarnya sudah masuk ke area-area berbahaya. Kombinasi permainan untuk menembus pressing Bulgaria sangat bagus hingga ke sepertiga akhir. Tapi kami masih perlu menambah kualitas di lini serang,” ujar Herdman. (kha)


Lestari



