Plt Gubri SF Hariyanto: Muharmizan Pahlawan Lingkungan, Personel Manggala Agni Meninggal Dunia Usai Padamkan Karhutla di Bengkalis

“Innalillahi wa innailaihi raji'un. Atas nama Pemerintah Provinsi Riau, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas gugurnya saudara kita, Muharmizan. Beliau adalah pahlawan lingkungan yang gugur dalam tugas mulia demi menjaga daerah kita dari bencana karhutla,” ungkap SF Hariyanto, Plt Gubernur Riau

Plt Gubri SF Hariyanto: Muharmizan Pahlawan Lingkungan, Personel Manggala Agni Meninggal Dunia Usai Padamkan Karhutla di Bengkalis
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Riau atas meninggalnya Muharmizan, personel Manggala Agni, usai padamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Bengkalis. FOTO: Manggala Agni

WARTASULUH.COM, PEKANBARU - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Riau atas meninggalnya Muharmizan, personel Manggala Agni, usai padamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Bengkalis.

“Innalillahi wa innailaihi raji'un. Atas nama Pemerintah Provinsi Riau, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas gugurnya saudara kita, Muharmizan. Beliau adalah pahlawan lingkungan yang gugur dalam tugas mulia demi menjaga daerah kita dari bencana karhutla,” ungkap SF Hariyanto, Selasa (31/3/2026).

SF Hariyanto juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi almarhum dan seluruh petugas yang terus berjibaku di lokasi kebakaran meski dalam kondisi cuaca ekstrem.

“Pengabdian beliau hingga akhir hayat adalah bukti nyata dedikasi tanpa batas. Kami sangat mengapresiasi keberanian seluruh personel di lapangan. Saya menginstruksikan kepada instansi terkait untuk memastikan seluruh hak almarhum terpenuhi dan memberikan dukungan penuh bagi keluarga yang ditinggalkan,” tegasnya.

Jenazah almarhum telah dievakuasi menggunakan ambulans Desa Palkon menuju rumah duka di Sabak Auh, Kabupaten Siak. 

Sosok Muharmizan dikenal oleh rekan sejawatnya sebagai pribadi yang pekerja keras dan memiliki loyalitas tinggi dalam setiap misi penanggulangan kebakaran. 

Kepergiannya meninggalkan celah besar di barisan Daops Siak yang selama ini mengandalkan ketangkasan almarhum di medan gambut.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi publik mengenai risiko besar yang dihadapi para petugas pemadam karhutla yang mempertaruhkan nyawa di tengah panasnya api dan pekatnya asap. 

Penanganan karhutla di Riau memang menuntut ketahanan fisik dan mental yang luar biasa, terutama saat menghadapi puncak musim kemarau yang memicu kebakaran hebat di berbagai titik di wilayah pesisir.

Sebanyak 4 ton garam sudah disemai di langit Riau dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hujan buatan Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), membasahi lahan di Riau yang sudah memasuki musim kemarau.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Riau M Edy Afrizal mengatakan, kegiatan OMC kali ini merupakan kegiatan tahap kedua yang dilaksanakan. Sebelumnya juga sudah dilakukan kegiatan serupa pada awal Februari lalu.

“OMC sudah kembali dilaksanakan di Riau, kali ini kegiatan OMC di fokuskan di daerah pesisir timur Riau. Yakni di wilayah Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hilir, Siak, Pelalawan dan kota Dumai,” katanya, Selasa (31/3/2026).

Lebih lanjut dikatakannya, hingga saat ini sudah sebanyak 4 ton garam disemai di langit Riau. Di mana dalam setiap kali kegiatan OMC, total garam yang disemai sebanyak 1 ton.

“Dalam setiap kegiatan OMC sebanyak 1 ton garam disemai di langit Riau, hingga saat ini sudah 4 ton garam yang disemai,” ujarnya. 

Selain adanya pesawat OMC, saat ini di Riau juga sudah terdapat satu unit helikopter untuk kegiatan water bombing. 

Pihaknya juga sedang mengajukan untuk penambahan helikopter water bombing karena luasan Karhutla di Riau terus bertambah.

“Kami sudah mengajukan kembali untuk helikopter water bombing, saat ini sedang di proses karena untuk helikopter water bombing itu perizinannya cukup panjang,” paparnya.

Untuk kondisi Kebakaran hutan dan lahan, hingga saat ini mendapatkan laporan masih ada tiga daerah di Riau yang terjadi kebakaran hutan dan lahan. 

Tiga daerah tersebut yakni Kabupaten Bengkalis, Pelalawan dan Indragiri Hilir (Inhil). Dari tiga daerah tersebut dua daerah diantaranya sudah dalam tahap pendinginan. Sementara satu daerah lagi masih dalam tahap pemadaman oleh tim gabungan.

“Karhutla dilaporkan masih terjadi di tiga daerah di Riau, yakni di Bengkalis, Pelalawan dan Inhil. Di Inhil dan Pelalawan laporannya tinggal pendinginan, sedangkan di Bengkalis masih dilakukan pemadaman,” katanya. 

Sementara itu, Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru Putri Santy S, mengatakan, jumlah hotspot di Riau update Senin (30/3/2026) pukul 23.00 WIB, sebanyak 30 titik panas.

"Tersebar di Kabupaten Bengkalis 28 titik panas, Rokan Hilir dan Indragiri Hilir masing-masing 1 titik panas," ungkap Putri Santy S.

Sedangkan jumlah hotspot di wilayah Sumatera sebanyak 70 titik panas yang tersevar di Riau 30 titik panas, Kepulauan Riau 18 titik panas, Aceh 11 titik panas, Sumatera Utara 7 titik panas, Bangka Belitung 2 titik panas, Sumatera Barat dan Sumatera Selatan masing-masing 1 titik panas. (shd)