Diawali Festival Perang Air di Selat Panjang 16-22 Februari hingga Subayang Festival Kampar 28-30 Agustus, 5 Agenda Wisata Riau Masuk KEN 2026

Diawali Festival Perang Air di Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti pada 16-22 Februari hingga Subayang Festival di Kabupaten Kampar pada 28-30 Agustus, 5 agenda wisata Riau masuk Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.

Diawali Festival Perang Air di Selat Panjang 16-22 Februari hingga Subayang Festival Kampar 28-30 Agustus, 5 Agenda Wisata Riau Masuk KEN 2026
Diawali Festival Perang Air di Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti pada 16-22 Februari hingga Subayang Festival di Kabupaten Kampar pada 28-30 Agustus, 5 agenda wisata Riau masuk Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. FOTO: Dinas Pariwisata Riau

WARTASULUH.COM, PEKANBARU - Diawali Festival Perang Air di Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti pada 16-22 Februari hingga Subayang Festival di Kabupaten Kampar pada 28-30 Agustus, 5 agenda wisata Riau masuk Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.

Tak hanya itu, Festival Bakar Tongkang di Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) pada 29 Juni-1 Juli 2026, Kenduri Riau di Kota Pekanbaru pada 6-9 Agustus 2026, dan Festival Pacu Jalur Tradisional pada 19-23 Agustus 2026 di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) juga masuk KEN 2026.

Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang digagas Kementerian Pariwisata RI ini merupakan panggung megah bagi perayaan tradisi dan kearifan lokal yang telah lulus kurasi ketat di tingkat nasional.

KEN 2026 menjadi wadah bagi peristiwa pariwisata terbaik dari seantero negeri. 

Berdasarkan Keputusan Menteri Pariwisata No.SK/2/HK.01.02/MP/2026, sejumlah event pilihan ini ditetapkan sebagai simbol kemajuan pariwisata Indonesia. Riau, dengan segala kemolekan budayanya, berhasil meyakinkan para kurator bahwa tradisinya bukan sekadar seremoni, melainkan ruh yang menghidupkan ekonomi dan jati diri.

Tahun ini, sebanyak 125 peristiwa budaya dari 38 provinsi di Nusantara terpilih dengan mengedepankan kualitas dan nafas keberlanjutan. 

Dalam setiap penyelenggaraannya, KEN 2026 berupaya mengukuhkan identitas lokal agar tetap tegak berdiri di tengah arus modernisasi. 

Di sinilah, Riau hadir sebagai salah satu pilar utama yang menyajikan harmoni antara tradisi leluhur dan kreativitas masa kini.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Roni Rakhmat, menyambut gembira kabar ini dengan penuh syukur. 

Baginya, pencapaian ini adalah buah manis dari kolaborasi strategis pentahelix yang menyatukan jemari akademisi, pebisnis, pemerintah, komunitas, hingga media. 

Sinergi ini ibarat anyaman yang kuat, menciptakan solusi komprehensif bagi pengembangan pariwisata yang tak hanya indah dipandang, namun juga berkelanjutan.

"Alhamdulillah, Riau kembali dipercaya dengan lima agenda yang diakui sebagai yang terbaik di Indonesia," ungkap Roni Rakhmat, Sabtu (24/1/2026).

Ia menegaskan bahwa pariwisata Riau kini semakin diperhitungkan di kancah nasional. Baginya, keberhasilan ini adalah bukti bahwa kolaborasi yang memanfaatkan potensi lokal mampu menciptakan daya pikat yang magis bagi para pelancong dari berbagai penjuru dunia.

"Kami ingin Perang Air, Bakar Tongkang, setiap kayuhan di Pacu Jalur, Kenduri Riau, hingga Sungai Subayang bukan hanya menjadi tontonan sesaat, melainkan narasi panjang tentang ketangguhan pariwisata Riau dan keterbukaan kami menyapa dunia," tambah Roni dengan nada optimis.

Roni meyakini, bahwa pengakuan dari Kementerian Pariwisata ini akan menjadi pemantik semangat bagi seluruh elemen masyarakat di Riau untuk terus merawat pusaka budayanya sekaligus membuka pintu selebar-lebarnya bagi kemajuan ekonomi kreatif di daerah.

Sementara itu, Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menitipkan harapan setinggi langit agar perhelatan KEN 2026 menjadi pemantik yang menghidupkan nadi ekonomi di seluruh pelosok daerah. 

Melalui ajang ini, ia berupaya memastikan api pelestarian pariwisata budaya tetap menyala sebagai warisan abadi bagi generasi mendatang.

"Semoga Karisma Event Nusantara 2026 dapat terselenggara dengan lancar dan memperkuat citra positif pariwisata Indonesia di mata dunia," pungkasnya. (kha)