Masyarakat Pelalawan Dibayang-bayangi Banjir, PLTA Koto Panjang Diminta tak Buka Pintu Air
WARTASULUH.COM, PEKANBARU - Masyarakat Kabupaten Pelalawan, Riau dibayang-bayangi banjir akibat tingginya debit air di Sungai Kampar. Untuk mengantisipasi itu, waduk PLTA Koto Panjang tak membuka pintu air.
Hal itu disampaikan anggota DPRD Riau dapil Siak dan Pelalawan, Sella Pitaloka, Rabu (7/1/2026). "Saat ini Pelalawan memang masih aman dari banjir. Tapi masyarakat sudah mulai resah karena debit air Sungai Kampar sudah tinggi. Kalau sampai waduk PLTA Koto Panjang membuka pintu air, maka Pelalawan berpotensi banjir," kata politisi PDIP ini.
Ia mengatakan, jika terjadi pembukaan pintu air seperti pada awal Maret 2025 kemarin, maka ribuan masyarakat Pelalawan bahkan Kota Pekanbaru sendiri akan merasakan dampaknya.
Hal ini lantaran masyarakat Pelalawan dan kota Pekanbaru banyak yang bertempat tinggal di bantaran sungai. “Iya kami mengimbau PLTA Koto Kampar agar jangan sampai dibuka lagi pintu air. Kami juga banyak berdoa agar tidak banjir lagi,” tukas Sella Pitaloka.
Lebih lanjut, istri Bupati Pelalawan ini mengatakan banjir bandang di Sumbar, Sumut dan Aceh harus jadi pelajaran bersama. Karena bencana seperti itu bisa saja terjadi di Riau termasuk di Pelalawan.
“Masyarakat harus selalu waspada dengan kondisi air yang kita tidak tahu. Kita ambil pelajaran dari bencana banjir yang mendadak di Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara kemarin. Jangan sampai kejadian seperti itu terjadi terlebih lebih di daerah Pelalawan, mudah-mudahan itu airnya bisa nanti dikondisikan lah,” ungkapnya.
Sella mengatakan, beberapa waktu lalu Bupati Pelawan H Zukri juga sudah berkunjung ke PLTA di Koto Kampar. "Beliau sudah komunikasi agar ada pemberirahuan jika ada pembukaan pintu air, jangan asal buka. Sehingga masyarakat Pelalawan bisa mengantisipasi dan bisa waspada untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," tuturnya. (Rik)


Lestari 



