Hotspot Riau Kembali Muncul 21 Titik Panas, Sudah 1.041 Ha Lahan di Bumi Lancang Kuning Dilanda Karhutla

Hotspot Riau kembali muncul 21 titik panas, setelah sempat tak ada selama beberapa hari. Sedangkan total hotspot di wilayah Sumatera 118 titik panas, Update 22 Februari 2026 hingga pukul 23.00 WIB. Sementara itu, sudah 1.041,74 Hektare (Ha) lahan di Riau dilanda kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)

Hotspot Riau Kembali Muncul 21 Titik Panas, Sudah 1.041 Ha Lahan di Bumi Lancang Kuning Dilanda Karhutla
Hotspot Riau kembali muncul 21 titik panas, setelah sempat tak ada selama beberapa hari. Sedangkan total hotspot di wilayah Sumatera 118 titik panas, Update 22 Februari 2026 hingga pukul 23.00 WIB. Sementara itu, sudah 1.041,74 Hektare (Ha) lahan di Riau dilanda kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) GRAFIS: BMKG

WARTASULUH.COM, PEKANBARU - Hotspot Riau kembali muncul 21 titik panas, setelah sempat tak ada selama beberapa hari. Sedangkan total hotspot di wilayah Sumatera 118 titik panas, Update 22 Februari 2026 hingga pukul 23.00 WIB.

Sementara itu, sudah 1.041,74 Hektare (Ha) lahan di Riau dilanda kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau.

Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru Bella R Adelia, mengatakan, dari 21 titik panas di Riau, terbanyak di Kota Dumai sebanyak 6 titik panas.

"Kemudian di Kota Dumai 6 titik panas, Kabupaten Bengkalis 5 titik panas, Pelalawan 3 titik panas, Kepulauan Meranti 2 titik panas, Siak 2 titik panas, Indragiri Hulu, Kampar dan Rokan Hulu masing-masing 1 titik panas," ungkap Bella R Adelia, Senin (23/2/2026).         

Sisa hotspot di Sumatra disumbang Provinsi Aceh 40 titik panas, Jambi 15 titik panas, Sumatera Barat 14 titik panas, Sumatera Utara 13 titik panas, Sumatera Selatan 10 titik panas, Bangka Belitung 4 titik panas, dan Bengkulu 1 titik panas.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, hingga saat ini mencatat sudah ada 11 kabupaten/kota di Riau yang terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada awal tahun ini. Dari 11 daerah tersebut, total luasan Karhutla sebanyak 1.041,74 Hektare (Ha). 

Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan Jim Gafur mengatakan, ke 11 daerah yang sudah terjadi Karhutla tersebut yakni Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar.

Lalu, Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu), Indragiri Hilir (Inhil), Kuantan Singingi (Kuansing), Rokan Hilir (Rohil), Kota Dumai dan Pekanbaru.

“Hingga saat ini sudah 11 daerah di Riau yang ditemukan terjadi Karhutla. Total luasan Karhutla 1.041,74 Hektare," katanya, Senin (23/2/2026).

Untuk Karhutla di Kota Dumai hingga saat ini tercatat seluas 30,52 Ha Bengkalis 201,01 Ha, Kepulauan Meranti 13,40 Ha, Siak 63,53 Ha. Kemudian, Kota Pekanbaru 14,08 Ha, Kabupaten Kampar 29,50 Ha, Pelalawan 612,30 Ha, Inhu 1,20 Ha, Inhi 64,70 Ha, Rohil 10 Ha dan Kuansing 1,50 Ha.

“Dari rincian luasan tersebut, juga ditemukan 1.849 hotspot atau titik panas dengan jumlah fire spot atau titik api sebanyak 128 ,” ujarnya.

Namun, saat ini Karhutla yang terjadi di beberapa wilayah tersebut dilaporkan sudah berhasil ditangani oleh tim gabungan dilokasi. 

“Laporan dari masing-masing daerah Karhutla diwilayah sudah bisa ditangani. Hujan juga terjadi cukup rata di Riau beberapa hari terakhir ini ,” sebutnya. 

Dalam upaya penanganan Karhutla, disebutkan Jim saat ini sudah banyak unsur yang terlibat. Mulai dari BPBD Kabupaten/Kota, TNI-Polri, Manggala Agni, masyarakat peduli api dan juga pihak-pihak perusahaan.

“Apalagi saat ini Riau sudah menetapkan status siaga darurat Karhutla. Diharapkan penanganan Karhutla di Riau dapat lebih maksimal lagi,” harapnya. 

Sementara itu, untuk Pelaksanaan kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Riau terus dilaksanakan. OMC masih dilaksanakan di daerah pesisir yakni Kabupaten Siak, Indragiri Hilir dan Bengkalis. “OMC dilakukan di wilayah pesisir Riau. Total sudah 7 ton garam (NaCl) disemai,” katanya. (shd)