Pipa Bocor dan Produksi Tak Stabil, Ketua DPRD Siak Desak Evaluasi Total Manajemen PT BSP
WARTASULUH.COM, JAKARTA – Pimpinan dan jajaran Ketua Fraksi DPRD Kabupaten Siak menggelar audiensi bersama SKK Migas dan Dirjen Migas, Rabu (11/2/2026) di Gedung SKK Migas Lantai 36, Ruang Mercury Removal. Pertemuan ini membahas kondisi kritis PT Bumi Siak Pusako (BSP) yang produksinya terus merosot tajam dan tidak stabil sejak dua tahun terakhir.
Dikomandoi Ketua DPRD Siak, Indra Gunawan pertemuan itu menyinggung kondisi infrastruktur pipa yang mengalami korosi dan kebocoran berulang di GS Zamrud hingga GS Minas memicu krisis produksi pada BUMD PT Bumi Siak Pusako (BSP).
Menyikapi kondisi yang bisa menggerus PAD tersebut, Indra Gunawan, meminta pemerintah pusat melalui SKK Migas untuk memberikan perhatian serius terhadap pembenahan operasional dan manajerial BSP guna menyelamatkan lifting minyak nasional serta ekonomi daerah.
Indra Gunawan, memaparkan bahwa masalah teknis seperti kebocoran pipa, pembekuan minyak (congeal), korosi, hingga tekanan tinggi (high pressure) telah memaksa perusahaan melakukan pengiriman manual via truk atau tongkang (barging). Metode ini dinilai tidak efisien dan melonjakkan biaya operasional di tengah fluktuasi harga komoditas.
"Produksi yang tidak andal ini berpotensi menghilangkan ribuan barel minyak. Pada 2024 saja, kerugian akibat pembekuan minyak di pipa tua mencapai Rp238 miliar. Ini ancaman serius bagi PAD Siak dan lifting nasional," tegas Indra Gunawan.
Politisi muda Partai Golkar tersebut juga menyoroti perlunya evaluasi terhadap profesionalisme SDM dan manajemen internal. Menurutnya, perbaikan pipa yang memakan waktu berbulan-bulan hingga menyebabkan stop produksi menunjukkan lemahnya mitigasi risiko.
Ia mendesak agar BSP segera bangkit dengan melakukan efisiensi operasional dan perawatan infrastruktur secara menyeluruh agar tidak menjadi "momok buruk" bagi masa depan ekonomi Kabupaten Siak. (Rik)


Lestari 



