376 Orang Terkena ISPA dengan Gejala Batuk hingga Radang Tenggorokan, Kualitas Udara Pekanbaru Berbahaya Pagi Ini, Ditlantas Polda Riau Bagikan Ribuan Masker

Sebanyak 376 orang warga Kota Pekanbaru terkena Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Kota Pekanbaru dalam tiga Minggu terakhir. Kebanyakan kasus ISPA tersebut merupakan Non Pneumonia dengan jumlah 367 kasus. Hingga pukul 06.00 WIB, Selasa (25/8/2026), Kualitas Udara Pekanbaru Berbahaya dengan Konsentrasi Partikulat (PM2.5) 328,9 µg/m³. 

376 Orang Terkena ISPA dengan Gejala Batuk hingga Radang Tenggorokan, Kualitas Udara Pekanbaru Berbahaya Pagi Ini, Ditlantas Polda Riau Bagikan Ribuan Masker
Sebanyak 376 orang warga Kota Pekanbaru terkena Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Kota Pekanbaru dalam tiga Minggu terakhir. Kebanyakan kasus ISPA tersebut merupakan Non Pneumonia dengan jumlah 367 kasus. Hingga pukul 06.00 WIB, Selasa (25/8/2026), Kualitas Udara Pekanbaru Berbahaya dengan Konsentrasi Partikulat (PM2.5) 328,9 µg/m³.  FOTO: Polda Riau

WARTASULUH.COM, PEKANBARU - Sebanyak 376 orang warga Kota Pekanbaru terkena Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Kota Pekanbaru dalam tiga Minggu terakhir. Kebanyakan kasus ISPA tersebut merupakan Non Pneumonia dengan jumlah 367 kasus. Hingga pukul 06.00 WIB, Selasa (25/8/2026), Kualitas Udara Pekanbaru Berbahaya dengan Konsentrasi Partikulat (PM2.5) 328,9 µg/m³. 

Diskes Pekanbaru mencatat, ratusan kasus ISPA ini dalam penanganan sejumlah layanan kesehatan sejak awal Agustus 2026 dengan gejala batuk, pilek hingga radang tenggorokan.

"Yang pneunomia hanya sembilan orang, selebihnya non pneunomia," ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Edi Satriawan.

Menurutnya, kasus ISPA terbilang tinggi pada Juli 2026 lalu. Jumlah kasus ISPA yang mendapat penanganan di pusat layanan medis mencapai 5.325 kasus.

Dirinya menyebut bahwa kasus non pneunomia juga mendominasi. Jumlah kasus non pneunomia mencapai 5.305 kasus.

"Sedangkan yang mengalami ISPA kategori pneunomia pada Juli lalu hanya 20 kasus," pungkasnya. 

Oleh karena itu, Dinas Kesehatan (Diskes) Pekanbaru mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi dampak kabut asap bagi kesehatan tubuh.

"Pertama, kami mengimbau warga agar mengurangi aktifitas di luar rumah," kata Sekretaris Diskes Kota Pekanbaru, Deddy Sambudi.

Menurutnya, jika memang aktivitas di luar rumah tidak dapat ditinggalkan maka warga diimbau memakai masker jika berada di luar rumah.

Deddy juga mengimbau warga untuk banyak mengkonsumsi air putih, guna menjaga kebugaran tubuh.

"Segera mencari pelayanan kesehatan Puskesmas jika ada keluhan kesehatan," ucapnya.

Warga bisa mendatangi fasilitas kesehatan milik pemerintah kota. Ada 21 Puskesmas yang siap melayani warga tersebar di 15 kecamatan.

Dikutip Wartasuluh.com dari laman Bmkg.go.id, Selasa (25/8/2026) pukul 07.00 WIB, Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat sejak pukul 00.00 WIB dengan Konsentrasi Partikulat di Pekanbaru 484,3,4 µg/m³, pukul 01.00 WIB sebesar 508,8 µg/m³, pukul 02.00 WIB sebesar 433,2 µg/m³, pukul 03.00 WIB sebesar 420,1 µg/m³, pukul 04.00 WIB sebesar 325,7 µg/m³, pukul 05.00 WIB sebesar 339,9 µg/m³ dan pukul 06.00 WIB sebesar 328,9 µg/m³.

Particulate Matter (PM2.5) adalah partikel udara yang berukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2,5 µm (mikrometer). 

Pengukuran konsentrasi PM2.5 menggunakan metode penyinaran sinar beta (Beta Attenuation Monitoring) dengan satuan mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Sementara itu,  Kondisi udara di Pekanbaru menunjukkan kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan. Kondisi tersebut membuat jarak pandang di sejumlah ruas jalan berkurang dan mendorong pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkendara.

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau turun langsung ke tengah masyarakat dengan membagikan ribuan masker kepada pengendara dan masyarakat yang melintas di kawasan Tugu Keris, Senin (24/8/2026).

Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau AKBP Dasril bersama personel Ditlantas Polda Riau memimpin pembagian masker itu. Pembagian masker dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polantas terhadap masyarakat sekaligus langkah preventif untuk membantu mengurangi paparan asap saat masyarakat beraktivitas di luar rumah.

“Alhamdulillah, pagi ini ribuan masker berhasil kita bagikan kepada masyarakat dan pengendara yang melintas. Kondisi asap cukup tebal dan jarak pandang juga tidak terlalu jauh. Karena itu, kami mengimbau pengendara agar selalu berhati-hati, mengurangi kecepatan dan memperhatikan kondisi jalan,” ujar Dasril.

Selain membagikan masker, personel Ditlantas Polda Riau turut memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas. Pengendara diingatkan untuk menjaga jarak aman, menyalakan lampu kendaraan serta tidak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi ketika jarak pandang terbatas.

Dasril juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Kita ketahui bersama saat ini memasuki musim kemarau. Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga lingkungan dan tanaman di sekitar rumah dengan melakukan penyiraman secara rutin. Dengan lingkungan yang terawat, tanaman tetap segar dan suasana di sekitar kita tetap sejuk,” ujarnya.

Sementara itu, Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan menjadi perhatian utama, terutama ketika kondisi udara dan jarak pandang dapat memengaruhi aktivitas berkendara.

“Dalam kondisi kabut asap seperti saat ini, kami mengimbau seluruh masyarakat, khususnya pengendara, untuk meningkatkan kewaspadaan. Kurangi kecepatan, jaga jarak aman, nyalakan lampu kendaraan dan gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah,” tegas Jeki.

Jeki juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan serta menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggal.

“Pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab kita bersama, jangan melakukan pembakaran yang dapat memicu kebakaran. Mari kita jaga lingkungan tetap hijau dan asri karena kepedulian terhadap lingkungan juga merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan dan kualitas hidup masyarakat,” tegas Jeki. (shd)