13 Prajurit Kopasgat Batalyon 462 Pekanbaru Diterjunkan di Kerumutan Pelalawan, Bantu Padamkan Api Karhutla

Sebanyak 13 prajurit Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) Batalyon 462 Pekanbaru diterjunkan langsung ke jantung kawasan kebakaran hutan dan lahan hutan (karhutla) di Kerumutan, Kabupaten Pelalawan.  Misi pasukan elit TNI Angkatan Udara (AU) ini membantu pemadaman api di kawasan berstatus suaka margasatwa tersebut. Mereka diterjunkan menggunakan helikopter caracal dari Skadron Udara 8.

13 Prajurit Kopasgat Batalyon 462 Pekanbaru Diterjunkan  di Kerumutan Pelalawan, Bantu Padamkan Api Karhutla
Sebanyak 13 prajurit Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) Batalyon 462 Pekanbaru diterjunkan langsung ke jantung kawasan kebakaran hutan dan lahan hutan (karhutla) di Kerumutan, Kabupaten Pelalawan.  Misi pasukan elit TNI Angkatan Udara (AU) ini membantu pemadaman api di kawasan berstatus suaka margasatwa tersebut. Mereka diterjunkan menggunakan helikopter caracal dari Skadron Udara 8. FOTO: Lanud Rsn Pekanbaru

WARTASULUH.COM, PELALAWAN - Sebanyak 13 prajurit Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) Batalyon 462 Pekanbaru diterjunkan langsung ke jantung kawasan kebakaran hutan dan lahan hutan (karhutla) di Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. 

Misi pasukan elit TNI Angkatan Udara (AU) ini membantu pemadaman api di kawasan berstatus suaka margasatwa tersebut. Mereka diterjunkan menggunakan helikopter caracal dari Skadron Udara 8.

"Lokasinya di wilayah Kerumutan, total personil Kopasgat kita terjunkan ada 13 orang," kata Danlanud Rsn melalui Kadisops  Kolonel Pnb Andri Setiawan, Jumat (28/8/29). 

Penerjunan pasukan dilakukan setelah Satgas Penanggulangan Karhutla menemukan adanya titik kebakaran yang berada di kawasan tanpa akses jalan. Kondisi tersebut membuat pemadaman dari darat tidak dapat dilakukan secara optimal.

Sebelum penerjunan pasukan, pihak Lanud telah berkoordinasi bersama Asops Kodam XIX/Tuanku Tambusai, serta unsur Satgas Karhutla lainnya untuk mencari langkah cepat mengatasi titik api tersebut.

“Setelah dilakukan koordinasi dengan unsur terkait, ditemukan titik api yang tidak terjangkau oleh satgas darat. Karena itu, kita menindaklanjutinya dengan menerjunkan pasukan melalui udara,” jelas Andri.

Saat helikopter tiba di lokasi, para prajurit tanpa keraguan langsung bergerak menuju titik kebakaran untuk melakukan pemadaman. Mereka dikerahkan untuk menangani api secara langsung sekaligus mencegah kobaran meluas ke kawasan hutan lainnya.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi penanggulangan Karhutla di Riau yang dilakukan secara terpadu. Selain pengerahan pasukan darat, penanganan Karhutla juga diperkuat dengan operasi udara, seperti water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Penerjunan 13 prajurit tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan akses tidak menjadi penghalang bagi Satgas Karhutla untuk menjangkau titik-titik api yang berada jauh di dalam kawasan hutan. (kha)