Tabur 2 Ton Garam di Langit Riau, Pesawat Cessna Caravan 208 Lakukan Hujan Buatan di Empat Daerah

Tabur 2 ton garam di langit Riau, yakni 1.000 Kg di Kabupaten Pelalawan dan Kepulauan Meranti pada Kamis (27/8/2026) pukul 15.20 WIB dan 1.000 Kg garam pada pukul 18.30 WIB di Kabupaten Bengkalis dan Kota Dumai, pesawat Cessna Caravan 208 dengan registrasi PK-SNM lakukan hujan buatan.

Tabur 2 Ton Garam di Langit Riau, Pesawat Cessna Caravan 208 Lakukan Hujan Buatan di Empat Daerah
Tabur 2 ton garam di langit Riau, yakni 1.000 Kg di Kabupaten Pelalawan dan Kepulauan Meranti pada Kamis (27/8/2026) pukul 15.20 WIB dan 1.000 Kg garam pada pukul 18.30 WIB di Kabupaten Bengkalis dan Kota Dumai, pesawat Cessna Caravan 208 dengan registrasi PK-SNM lakukan hujan buatan. FOTO: BNPB

WARTASULUH.COM, PEKANBARU - Tabur 2 ton garam di langit Riau, yakni 1.000 Kg di Kabupaten Pelalawan dan Kepulauan Meranti pada Kamis (27/8/2026) pukul 15.20 WIB dan 1.000 Kg garam pada pukul 18.30 WIB di Kabupaten Bengkalis dan Kota Dumai, pesawat Cessna Caravan 208 dengan registrasi PK-SNM lakukan hujan buatan.

Kemarin sore, Update pukul 16.00 WIB, Prakirawan BMKG Pekanbaru Mari Frystine, mengatakan, masih terdapat 171 titik panas di wilayah Provinsi Riau, yang tersebar di Kabupaten Pelalawan 72 titik panas, Indragiri Hilir 53 titik panas, Siak 18 titik panas, Indragiri Hulu 14 titik panas, Kuansing 12 titik panas serta Kota Dumai dan Pekanbaru masing-masing 1 titik panas.

"Visibility (jarak pandang) Update Pukul 16.00 WIB, di Pekanbaru 3 KM (Asap), Rengat 6 KM (Asap), Pelalawan 5 KM (Asap) dan Tambang 5 KM (Asap)," ungkap Mari Frystine.

Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera sebanyak 1.625 titik panas, katanya, yang tersebar di Provinsi Sumatera Selatan 1.050 titik panas, Kepulauan Bangka Belitung 201 titik panas,  Riau 171 titik panas, Lampung 115 titik panas, Jambi 57 titik panas, Aceh 10 titik panas, Kepulauan Riau 6 titik panas, Bengkulu 3 titik panas serta Sumatera Barat dan Sumatera Utara masing-masing 2 titik panas.

Oleh karena itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Riau dilakukan untuk mendukung upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan dua penerbangan atau sortie.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan, pada sortie pertama, penyemaian berlangsung pukul 15.20 hingga 17.20 WIB dengan sasaran blocking area di Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Kepulauan Meranti.

Pesawat terbang pada ketinggian sekitar 8.000 hingga 12.000 kaki dengan membawa 1.000 kilogram bahan semai berupa natrium klorida (NaCl).

Kemudian, sortie kedua dilakukan pada pukul 18.30 WIB hingga 20.30 WIB. Area penyemaian mencakup Kabupaten Bengkalis dan Kota Dumai, dengan ketinggian penerbangan 8.000 hingga 12.000 kaki.

Pada sortie kedua tersebut, pesawat kembali membawa 1.000 kilogram NaCl sebagai bahan semai.

Pelaksanaan OMC dilakukan dengan memperhatikan kondisi atmosfer dan potensi pertumbuhan awan di wilayah sasaran. Penyemaian diarahkan pada area yang dinilai memiliki potensi awan untuk mendukung pembentukan atau peningkatan curah hujan.

Ferdian mengatakan pelaksanaan OMC menjadi salah satu upaya yang terus dilakukan pemerintah untuk mendukung penanganan karhutla di Riau, terutama di tengah kondisi musim kemarau dan masih ditemukannya sejumlah titik kebakaran.

Melalui penyemaian awan, pemerintah berupaya meningkatkan peluang turunnya hujan di wilayah yang membutuhkan, sekaligus membantu membasahi lahan dan mengurangi potensi meluasnya kebakaran.

Operasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya terpadu penanganan karhutla yang dilakukan bersama berbagai unsur di lapangan, mulai dari pemadaman langsung, pengendalian melalui penyekatan hingga dukungan operasi udara.

"Dengan pelaksanaan OMC yang terus berlanjut, pemerintah berharap kondisi cuaca dapat membantu memperkuat upaya pengendalian karhutla di sejumlah wilayah Riau," tandasnya. (shd)