Mitigasi Sampah Sumber Bencana, KKN Gumilang Gunem Bangun Insinerator Pembakar Sampah Minim Polusi Asap

Salah satu program KKN PPM UGM tim Gumilang Gunem yang berbakti di desa Panohan, Kecamatan Gunem, Rembang menyosialisasikan teknologi sederhana pembakar sampah minim polusi asap. 

Mitigasi Sampah Sumber Bencana, KKN Gumilang Gunem Bangun Insinerator Pembakar Sampah Minim Polusi Asap
Salah satu program KKN PPM UGM tim Gumilang Gunem yang berbakti di desa Panohan, Kecamatan Gunem, Rembang menyosialisasikan teknologi sederhana pembakar sampah minim polusi asap. FOTO: Mahasiswa KKN PPM UGM Desa Panohan

WARTASULUH.COM, REMBANG – Sampah jika tidak ditangani akan membawa seribu bencana, seperti polusi udara karena bau yang dimunculkannya, dapat menyumbat saluran-saluran air jika terbawa hujan, mencemari air, menimbulkan penyakit bagi hewan dan manusia, dan banyak lagi yang lainnya. 

Salah satu program KKN PPM UGM tim Gumilang Gunem yang berbakti di desa Panohan, Kecamatan Gunem, Rembang menyosialisasikan teknologi sederhana pembakar sampah minim polusi asap. 

Kegiatan sosialisasi dan demo penggunaan alat insinerator sederhana sebagai solusi pengelolaan sampah skala desa. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada 28 Januari 2026 di Balai Desa Panohan, Kecamatan Gunem, Rembang saat program KKN berlangsung.

“Program-program kerja yang diusung tim KKN Gumilang Gunem menangkap momen permasalahan yang urgen terjadi di Indonesia. Sampah merupakan salah satu mata rantai terjadinya musibah banjir, polusi udara, pemandangan yang kotor dsb. Dengan insinerator ini, masyarakat terbiasa membakar sampah dengan asap yang nyaris tidak ada ini. Utamanya tentu sampah-sampah organik,” ungkap dosen pembimbing Lapangan, Dr. Sailal Arimi, M.Hum.

Kegiatan dihadiri oleh perangkat Desa Panohan, termasuk Amir Fuad selaku Kepala Desa, serta mahasiswa KKN Panohan, sebagai pembuat dan penyampaian materi mengenai insinerator, yaitu Hafiz Dika Maulana, Muhammad Yassir Faruq , dan Kemal Firdaus Ahmad.

Sosialisasi dan demo penggunaan insinerator dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada perangkat desa mengenai fungsi, cara kerja, dan manfaat insinerator dalam pengelolaan sampah, yang kemudian akan disosialisaikan ke masyarakat luas di desa. 

Insinerator berfungsi untuk membakar sampah secara lebih sempurna, sehingga volume sampah berkurang secara signifikan dan polusi dari sisa pembakaran dapat diminimalkan, yang pada akhirnya mendukung kebersihan serta kesehatan lingkungan desa.

Kegiatan dilakukan melalui penjelasan langsung (presentasi), diskusi (QnA), serta demonstrasi penggunaan insinerator, sehingga perangkat desa dapat melihat secara langsung bentuk dan cara penggunaannya.

Kepala Desa Panohan Amir Fuad menyambut baik inovasi teknologi sederhana ini. “Kami menyambut baik adik-adik KKN UGM mengenalkan dan langsung mempraktikkan insinerator, pembakar sampah minim asap ini. Terima kasih karena alat ini bermanfaat memberikan alternatif pemakaran sampah yang lebih aman, dengan asap yang terkenadali. Sehingga tidak mengganggu pernafasan orang-orang sekitarnya,” katanya. (rls)