Konsisten Dampingi Pemulihan Aceh Tamiang, Dirut PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa Resmikan Sekolah Alam Darurat dan Salurkan Bantuan Logistik
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa bersama Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail dan pendiri BenihBaik.com Andy F Noya meninjau langsung aktivitas warga di Hunian Sementara (Huntara) Danantara, Aceh Tamiang.
WARTASULUH.COM, ACEH - PTPN IV PalmCo konsisten dampingi pemulihan Aceh Tamiang yang terdampak bencana banjir bandang pada tahun 2025 lalu. Dua bulan setelah banjir bandang melanda, upaya memulihkan kehidupan warga Aceh Tamiang belum berhenti.
Di tengah proses panjang itu, satu hal menonjol konsistensi kehadiran negara melalui badan usaha milik negara yang sejak awal turun tangan dan terus bertahan hingga hari ini.
Pada Rabu (28/1/2026), Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa bersama Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail dan pendiri BenihBaik.com Andy F Noya meninjau langsung aktivitas warga di Hunian Sementara (Huntara) Danantara, Aceh Tamiang.
Di lokasi tersebut, PTPN IV PalmCo meresmikan Sekolah Alam Darurat bagi anak-anak penyintas banjir, sekaligus menyalurkan bantuan logistik untuk ibu dan anak.
Langkah ini menegaskan pendekatan pemulihan yang tidak semata berfokus pada fisik bangunan, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan psikologis warga, terutama anak-anak yang terdampak bencana.
“PTPN IV PalmCo ini paling cepat (hadir membantu). PTPN mantap,” ujar Wakil Bupati Ismail.
Ia mengapresiasi respons perusahaan yang dinilainya hadir sejak masa darurat hingga fase pemulihan.
“Kehadiran mereka bukan hanya membantu secara fisik, tapi juga memberi ketenangan bagi warga kami. Harapan kami, semua bantuan ini menjadi amal ibadah,” ujarnya lagi.
Selain Sekolah Alam Darurat untuk anak usia 6-12 tahun, bantuan yang disalurkan meliputi ratusan paket nutrisi ibu dan anak, paket alat tulis sekolah, serta sepatu sekolah hasil kolaborasi dengan BenihBaik Indonesia.
Di tengah keterbatasan fasilitas pendidikan pascabencana, Sekolah Alam menjadi ruang sementara agar anak-anak tetap belajar, bermain, dan pulih dari trauma.
Andy F Noya menilai fasilitas tersebut penting agar bencana tidak memutus masa depan generasi muda.
“Secara psikologis, anak-anak dan keluarganya perlu diyakinkan, mereka tidak ditinggalkan. Sekolah Alam ini bukan sekadar tempat belajar, tapi simbol ada harapan dan masa depan yang terus diperjuangkan,” katanya.
Ia menyebut kolaborasi antara BUMN, pemerintah baik pusat maupun daerah, TNI Polri dan masyarakat sipil sebagai wujud nyata gotong royong.
“Ketika negara hadir bersama masyarakat, manfaatnya langsung dirasakan mereka yang paling rentan,” tuturnya.
Konsistensi itu pula yang menjadi benang merah keterlibatan PTPN IV PalmCo sejak hari-hari pertama bencana.
Jatmiko K Santosa menegaskan, sebagai BUMN, perusahaan memiliki tanggung jawab moral untuk hadir saat masyarakat membutuhkan.
“Bagi kami sederhana. Kami punya negara, punya masyarakat. Ketika masyarakat membutuhkan, ya kami harus hadir,” ujar Jatmiko.
PTPN IV PalmCo termasuk yang pertama masuk ke Aceh Tamiang pascabanjir, jauh sebelum fase pemulihan berjalan. (rls/shd)


Lestari 



