Hotspot di Riau Meningkat Jadi 160 Titik, Terbanyak di Pelalawan, Personel Gabungan Riau Terus Bertambah di Lokasi Karhutla

Jumlah titik panas (hotspot) di Riau kembali meningkat menjadi 160 titik panas dari 113 titik panas pada hari sebelumnya, personel gabungan Riau terus bertambah di lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). 

Hotspot di Riau Meningkat Jadi 160 Titik, Terbanyak di Pelalawan, Personel Gabungan Riau Terus Bertambah di Lokasi Karhutla
Jumlah titik panas (hotspot) di Riau kembali meningkat menjadi 160 titik panas dari 113 titik panas pada hari sebelumnya, personel gabungan Riau terus bertambah di lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).  FOTO: Polsek Bungaraya

WARTASULUH.COM, PEKANBARU - Jumlah titik panas (hotspot) di Riau kembali meningkat menjadi 160 titik panas dari 113 titik panas pada hari sebelumnya, personel gabungan Riau terus bertambah di lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). 

Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru Alfa Nataris, mengungkapkan, dari 160 titik panas di Riau, terbanyak di Kabupaten Pelalawan sebanyak 105 titik panas.

"Kemudian di Bengkalis 47 titik panas, Rokan Hilir 2 titik panas, Indragiri Hilir 2 titik panas, Kota Dumai 2 titik panas, Rokan Hulu 1 titik panas dan Siak 1 titik panas," ungkap Alfa Nataris, Kamis (5/2/2026).

Sedangkan total titik panas update Rabu (4/2/2026) pukul 23.00 WIB di wilayah Sumatera sebanyak 178 titik panas.

Rinciannya, terbanyak di Provinsi Riau sebanyak 160 titik panas, Kepulauan Riau 8 titik panas, Sumatera Utara 4 titik panas, Sumatera Selatan 3 titik panas, Sumatera Barat 1 titik panas, Jambi 1 titik panas dan Aceh 1 titik panas.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebaran (BPBD dan Damkar) Provinsi Riau Edy Afrizal, mengatakan, Tim gabungan pemadam Karhutla saat masih berjibaku melakukan pemadaman di daerah Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan Riau. 

Berdasarkan laporan, BPBD setempat kembali menambah personel untuk memperkuat tim gabungan yang lebih awal sudah melakukan pemadaman titik api.

"BPBD Pelelawan menambah personelnya membantu pemadaman ke lokasi titik api. Saat ini masih proses pemadaman," jelas Edy.

Selain itu, kata Edy tim gabungan juga berjibaku melakukan pemadaman di Inhil. Meski dilaporkan api sudah berhasil dipadamkan, namun asap masih mengepul di titik Karhutla. 

Kondisi ini membuat personil masih tetap bersiaga di lokasi, menyemprotkan air mencegah kembali munculnya api.

"Tim pemadam masih di lapangan. Memang di laporkan api sudah padam di Inhil, tapi masih berasap," ujar Edy.

Sementara, Karhutla di Kabupaten Bengkalis tepatnya di Kecamatan Bandar Laksamana yang sebelumnya sempat membara telah berhasil dipadamkan. Bandar Laksamana merupakan kecanatan hasil pemekaran dari Kecamatan Bukit Batu.

"Saat ini proses pendinginan masih dilakukan. Apinya sudah padam," jelas Edy lagi.

Data yang dirangkum BPBD Damkar Riau, luasan lahan terbakar di Riau pada pekan pertama Februari 2026 sudah mencapai 126,22 hektare. Terbanyak di Kabupaten Bengkalis dengan luasan 37,51 hektare. Kemudian, Indragiri Hilir (Inhil) 22 hektare,  Pelalawan 21 hektare, Dumai 12,50 hektare.

"Terbanyak Karhutla di Bengkalis," kata Edy Afrizal.

Sisanya Karhutla juga terjadi di sejumlah daerah lainya dengan luasan di Pekanbaru 8 hektare, Meranti, Siak dan Kampar masing-masing 7 hektare, Inhu dan Kuantan Singingi 1 hektare lebih. Sedangkan Rokan Hulu dan Rokan Hilir dilaporkan masih nihil. 

Sementara itu, anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Bungaraya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan cepat. 

Melalui pantauan intensif aplikasi Dashboard Lancang Kuning (DLK), sebuah titik api yang muncul di lahan gambut Kampung Benayah, Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak, petugas berhasil dijinakkan sebelum sempat meluas pada Rabu (4/2/2026).

Titik panas tersebut terdeteksi sejak pukul 06.00 WIB pada koordinat 0.9603600, 102.1414000. Lahan gambut seluas kurang lebih 1 hektare dilaporkan mulai terbakar, yang jika dibiarkan, memiliki potensi besar untuk merembet ke area perkebunan di sekitarnya karena karakteristik lahan yang kering dan mudah terbakar.

Begitu alarm peringatan muncul, personel Polsek Bungaraya langsung terjun ke lapangan untuk memimpin operasi pemadaman terpadu. Aksi cepat ini melibatkan sinergi kuat dari berbagai unsur, mulai dari TNI, Manggala Agni, Regu Pemadam Kebakaran (RPK), hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) serta warga setempat yang bahu-membahu di lokasi kejadian. (shd)