Hasil Persib Bandung vs Persebaya 5-6, Final Piala Presiden 2026, Pangeran Biru Jadi Runner-up

Hasil Persib Bandung vs Persebaya 5-6, Babak Final Piala Presiden 2026, Kamis (6/8/2026) pukul 20.00 WIB di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Bali, Pangeran Biru jadi Runner-up usai bermain imbang 1-1 selama 120 menit.

Hasil Persib Bandung vs Persebaya 5-6, Final Piala Presiden 2026, Pangeran Biru Jadi Runner-up
Hasil Persib Bandung vs Persebaya 5-6, Babak Final Piala Presiden 2026, Kamis (6/8/2026) pukul 20.00 WIB di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Bali, Pangeran Biru jadi Runner-up usai bermain imbang 1-1 selama 120 menit. FOTO: Persib Bandung

WARTASULUH.COM, BALI - Hasil Persib Bandung vs Persebaya 5-6, Babak Final Piala Presiden 2026, Kamis (6/8/2026) pukul 20.00 WIB di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Bali, Pangeran Biru jadi Runner-up usai bermain imbang 1-1 selama 120 menit.

Persib Bandung harus puas menjadi runner-up Piala Presiden 2026 setelah kalah 6-7 dalam drama adu penalti. Dalam waktu norrmal dan babak perpanjangan waktu, kedua tim bermain imbang 1-1. 

Persib Bandung tertinggal lebih dulu oleh gol Ramadan Sananta menit 20. Namun, Persib Bandung bisa membalas melalui Patricio Matricardi menit 24.

Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, memberikan apresiasi tinggi terhadap daya juang para pemainnya setelah mengakhiri perjalanan di Piala Presiden 2026 sebagai runner-up. 

Igor Tolic menilai, anak asuhnya telah menunjukkan karakter dan mentalitas yang patut dibanggakan.

Pelatih asal Kroasia tersebut lebih dulu menyampaikan ucapan selamat kepada Persebaya yang dinilainya tampil konsisten sepanjang turnamen. 

"Selamat untuk Persebaya. Mereka tampil sangat baik sepanjang turnamen dan layak menjadi pemenang," ujar Tolic.

Bagi Tolic, hasil akhir bukan satu-satunya ukuran keberhasilan Persib Bandung di turnamen pramusim ini. 

Ia menilai timnya telah mencapai banyak hal positif, mulai dari kesempatan kepada para pemain muda hingga mampu melaju ke partai puncak meski tidak tampil dengan kekuatan penuh.

"Kami menembus partai puncak dengan kondisi tim yang tidak utuh. Kami mengorbitkan banyak pemain muda, dan pada akhirnya harus kalah lewat adu penalti," katanya.

Selama Piala Presiden 2026, sejumlah pemain muda seperti Nazriel Alfaro Syahdan, Rafi Rasyiq, Adzikry Fadlillah, Faris Abdul Hafizh, hingga Ikhwan Ali Tanamal mendapat kesempatan menunjukkan kualitasnya. 

Menurut Tolic, keberanian mereka tampil di level tertinggi menjadi salah satu modal penting bagi masa depan Persib Bandung.

Ia juga memuji semangat juang Dedi Kusnandar dan kawan-kawan pada laga final. Bermain dengan 10 pemain dan sempat tertinggal, Persib Bandung mampu bangkit menyamakan kedudukan hingga memaksa pertandingan ditentukan melalui adu penalti.

"Adu penalti itu soal keberuntungan. Hari ini kami tertinggal 0-1 lalu bisa menyamakan skor 1-1 walau kalah jumlah pemain. Kami memang bukan juara, tapi saya yakin Bobotoh bisa tersenyum bangga melihat bagaimana tim ini berjuang dan bagaimana identitas permainan kami untuk musim depan," tegasnya.

Tolic juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Bobotoh yang terus memberikan dukungan sepanjang turnamen, baik saat Persib Bandung bermain di Bandung maupun ketika menjalani pertandingan di Bali.

Menurutnya, kehadiran dan dukungan Bobotoh menjadi sumber energi yang membuat para pemain terus berjuang hingga menit terakhir.

"Sepanjang turnamen, pikiran kami selalu tertuju pada suporter. Kami menghadapi banyak dinamika, tapi saat bermain di Bandung, anak-anak tampil habis-habisan di tiga laga. Tiba di Bali pun, gelombang dukungan itu terus mengalir. Bobotoh adalah kelompok suporter yang luar biasa," ucapnya.

Meski gagal meraih trofi, Tolic memastikan perjalanan Persib Bandung tidak berhenti di Piala Presiden. 

Ia menegaskan fokus tim kini beralih sepenuhnya untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi Super League 2026/27 dan babak play-off AFC Champions League Two.

"Tugas kami sekarang adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk kompetisi liga dan kualifikasi Champions League. Para pemain harus mempertahankan standar permainan seperti ini. Soal motivasi dan tekad untuk menang, tak ada yang perlu diragukan dari mereka. Mental juara ini akan terus kami jaga," pungkas Tolic.

Dalam pertandingan ini, pelatih Igor Tolic menurunkan starter yang sama dengan saat menghadapi Persija Jakarta yaitu Teja Paku Alam (PG); Kakang Rudianto, Patricio Matricardi, Gabriel Mutombo, Ikhwan Ali Tanamal; Luciano Guaycochea, Gakuto Notsuda; Adam Alis (c), Luka Menalo, Uilliam Barros; dan Balsa Sekulic.

Sepak mula dilakukan Persebaya. Namun, Persib Bandung berhasil mengambil alih kendali permainan dengan cepat. Namun, kedua tim masih terlihat tampil berhati-hati di awal pertandingan. Selepas lima menit, kedua tim mulai berani menusuk ke area pertahanan lawan meskipun belum ada peluang yang didapat.

Persebaya membuka keunggulan terlebih dahulu melalui gol Ramadhan Sananta pada menit 20. Namun, Persib Bandung hanya membutuhkan waktu empat menit untuk menyamakan kedudukan melalui gol balasan Matricardi. Gingga turun minum, skor 1-1 tak berubah.

Di awal babak kedua, Tolic memasukkan Al Hamra Hehanussa menggantikan Ikhwan. Seperti di babak pertama, kedua tim kembali tampil hati-hati di awal laga. Persib Bandung baru mendapatkan peluang di menit 50 melalui skema sepak pojok. Sayang, hanya menghasilkan kemelut tanpa gol.

Pada menit 54, giliran Dedi Kusnandar dimasukkan menggantikan Lucho yang mengalami cedera. Beberapa saat kemudian, Adam Alis melakukan tendangan jarak jauh yang sayang masih melayang di atas mistar gawang Persebaya.

Pada menit 70, Tolic memasukkan Mariano Peralta dan Julio Cesar menggantikan Menalo dan Mutombo untuk mendongkrak permainan timnya yang mulai menurun. Dua menit bermain, Peralta langsung memberikan ancaman melalui sepak pojok, namun belum membuahkan hasil. Hingga waktu normal, skor 1-1 masih bertahan.

Memasuki babak perpanjangan waktu, Persebaya langsung mengancam melalui tandukan Miguel Pereira yang beruntung masih menyamping di sisi gawang Teja.

Pada menit 99, Tolic memasukkan tiga pemain sekaligus yaitu Ramon Tanque, Nazriel Alfaro Syahdan dan Muhammad Adzikry menggantikan Sekulic, Adam Alis dan Notsuda. Dalam pertandingan, Adzikry dan Nazriel mendapatkan kartu kuning sebelum jeda 15 menit akibat pelanggaran yangg dilakukannya.

Di babak perpanjangan waktu kedua, Persib Bandung masih tertekan. Ramon Tanque menyusul Adzikry dan Nazriel mendapatkan kartu kuning. Pada menit 108, Teja melakukan penyelamatan yang mementahkan peluang Persebaya.

Pada menit 112, Peralta diganjar kartu merah setelah peninjauan VAR akibat pelanggaran terhadap Rivera yang membuatnya penyerang Persebaya itu cedera.

Tampil dengan 10 orang, Persib Bandung mencoba tetap mengimbangi Persebaya. Menjelang laga berakhir, Fitrah Maulana dimasukkan menggantikan Teja yang diduga untuk skenario adu penalti. Hingga babak perpanjangan waktu berakhir, skor 1-1 tak berubah dan pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti.

Dalam adu penalti yang melibatkan tujuh pemain, penendang Persib Bandung, Uilliam Barros dan Al Hamra Hehanussa gagal mencetak gol pertama. Lima penendang Persib Bandung yang berhasil adalah Matricardi, Ramon Tanque, Kakang Rudianto, Julio Cesar, dan Dedi Kusnandar.

Sedangkan enam pemain Persebaya, Miguel Pereira, Risto Mitrevski, Yann Mabella, Diogo Ramallo, Walber Motta, dan Gletson berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Satu-satunya penendang yang gagal adalah Yuran Fernandez. (shd)