Hari Anak Nasional 2026, Ratusan Anak Berkebutuhan Khusus Unjuk Bakat bersama Pertamina EP Rantau Field
Pertamina EP Rantau Field berkomitmen melaksanakan program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) salah satunya dengan program perlindungan dan pemenuhan hak anak. Selama beberapa tahun ini, Pertamina EP Rantau menjalankan berbagai program di SLBN Pembina Aceh Tamiang untuk menghadirkan kesempatan belajar yang setara untuk anak-anak.
WARTASULUH.COM, ACEH TAMIANG - Sebanyak 120 anak-anak berkebutuhan khusus dari Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Pembina Aceh Tamiang memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 bersama Pertamina EP Rantau Field. Anak-anak bersama orangtuanya tampak riang mengikuti serangkaian acara mulai dari senam ceria, lomba mewarnai hingga penampilan bakat siswa dan siswi.

Sebelum acara dimulai, puluhan anak berkebutuhan khusus berjajar rapi menyambut kedatangan Field Manager (FM) Pertamina EP Rantau Field, Tomi Wahyu Alimsyah dan Ketua Ketua Tim Penggerak (TP) PKK dan TP Posyandu Provinsi Aceh, Marlina Muzakir. Para anak begitu antusias menyalami para tamu yang hadir.
Tomi Wahyu Alimsyah mengawali interaksi dengan anak-anak menggunakan bahasa isyarat yang sengaja ia pelajari sebelum acara tersebut.
"Setiap anak adalah lentera bagi kehidupan dan bangsa ini. Setiap anak adalah berharga untuk meraih masa depannya. Tugas kita bersama untuk memastikan setiap anak mendapat lingkungan yang inklusif, mendapat kasih sayang, perlindungan, pendidikan yang berkualitas dan kesempatan untuk mengembangkan potensi terbaiknya," ujarnya dalam rilis yang diterima Wartasuluh.com, Kamis (30/7/2026).
Ia menyampaikan, Pertamina EP Rantau Field berkomitmen melaksanakan program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) salah satunya dengan program perlindungan dan pemenuhan hak anak. Selama beberapa tahun ini, Pertamina EP Rantau menjalankan berbagai program di SLBN Pembina Aceh Tamiang untuk menghadirkan kesempatan belajar yang setara untuk anak-anak.
"Program-program yang kita jalankan bersama SLBN berkaitan dengan lingkungan yang aman dan ramah untuk anak dan memperkuat kapasitas guru. Seperti program kelas berdaya. Program-program ini merupakan wujud keberpihakan terhadap anak berkebutuhan khusus agar tetap memiliki ruang untuk menyalurkan aspirasi dan mengembangkan potensinya," katanya.
Adapun tema acara Hari Anak Nasional (HAN) ini "Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depannya". Ratusan siswa SLBN setingkat SD, SMP dan SMA bersama 70 tenaga pendidik berpartisipasi aktif mengisi seragkaian acara. Karena itu, para pemangku kepentingan yang hadir begitu menikmati suguhan penampilan seni dan fashion show.
Pada penghujung acara, Sayed Rahmad Tuikram, bocah berkebutuhan khusus tunanetra menyanyikan sejumlah lagu yang mengundang decak kagum banyak orang. Lagu ayah yang dinyanyikannya membuat tidak sedikit tamu undangan menyeka air mata.
Sayed Rahmad Tuikram sedari kecil sudah yatim. Ketika berusia enam tahun, ayahnya meninggal dunia akibat penyakit kelenjar getah bening. Ia selalu melantunkan ayat-ayat suci Al Quran tatkala merindu sosok ayah.
Lingkungan belajar yang inklusif, kolaboratif dan ramah anak di SLBN Pembina Aceh Tamiang mengantarkan Sayed Rahmad Tuikram meraih juara 1 kategori vocal solo pria pada ajang FLS3N tingkat Provinsi Aceh. Pertamina EP Rantau Field akan terus konsisten mendukung berbagai kegiatan positif lewat program-program yang sudah dirancang sesuai kebutuhan anak.
Sementara itu, Ketua TP PKK & TP Posyandu Provinsi Aceh, Marlina Muzakir menceritakan kisah hidupnya merawat dan membesarkan anak berkebutuhan khusus. Saban hari, ia menjadi seorang ibu sekaligus guru yang mendidik anaknya dengan penuh kesabaran.
"Tidak berbeda dengan ibu-ibu semua, Allah menitipkan (pada saya) seorang anak berkebutuhan khusus. Sudah almarhum di usia 23 tahun. Saya memahami kondisi ibu-ibu semua karena saya juga guru bagi anak saya di rumah," ujarnya.
Lebih lanjut ia bilang pada masa konflik Aceh belum ada SLBN. Kini, SLBN sudah tersedia di banyak kabupaten. Karena itu, ia mendukung pendirian SLBN di banyak tempat agar setiap anak bisa tumbuh mengembangkan bakatnya.
"Saya Bahagia bisa merayakan Hari Anak Nasional di SLBN Pembina Aceh Tamiang. Harusnya saya memperingati hari anak di Banda Aceh tetapi saya memilih di sini sesuai janji saya akan kembali ke sekolah ini. Saya senang bisa menyaksikan anak-anak tampil memperlihatkan kreativitasnya," katanya.
PT Pertamina EP Field Rantau merupakan salah satu wilayah kerja di bawah Pertamina Hulu Rokan Zona 1 yang menjalankan kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi di Provinsi Aceh. Kegiatan operasional PEP Rantau berada di bawah koordinasi dan pengawasan SKK Migas Perwakilan Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) dan Badan Pengawasan Migas Aceh (BPMA). Area operasional PEP Rantau tersebar di empat kabupaten/kota yang mencakup empat kecamatan dan 20 desa.
PEP Rantau Field menjalankan Program Pengembangan Masyarakat (PPM) yang inovatif pada bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan dan tanggap bencana guna mendukung pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. (rls)
admin



