Dosen UPP Edukasi Warga Kepenuhan Timur Kelola Sampah Plastik dengan Metode PAM

Dosen UPP Edukasi Warga Kepenuhan Timur Kelola Sampah Plastik dengan Metode PAM
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tim dosen UPP menggelar sosialisasi pengelolaan sampah plastik dengan metode PAM di Desa Kepenuhan Timur, Kecamatan Kepenuhan. (Foto: Purwo Subekti)

WARTASULUH.COM, KEPENUHAN – Komitmen perguruan tinggi dalam memberikan solusi terhadap persoalan lingkungan kembali diwujudkan oleh dosen Universitas Pasir Pengaraian (UPP). Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tim dosen UPP menggelar sosialisasi pengelolaan sampah plastik dengan metode Pungut, Angkut, dan Manfaat (PAM) di Desa Kepenuhan Timur, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Kantor Desa Kepenuhan Timur tersebut dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Sosialisasi mengangkat tema “Pengelolaan Sampah Plastik dengan Metode Pungut, Angkut, dan Manfaat (PAM) pada Daerah Rawan Banjir di Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau".

Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun 2026.

Hadir sebagai narasumber utama, Wakil Dekan III Fakultas Teknik Universitas Islam Riau, Ir. Jhoni Rahman, B.Eng., M.Eng., Ph.D., IPP, yang memaparkan pentingnya pengelolaan sampah plastik secara terpadu.

Menurutnya, pengelolaan sampah yang baik tidak hanya dapat mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga membantu meminimalkan risiko banjir akibat tersumbatnya saluran air.

Tim pengabdian Universitas Pasir Pengaraian terdiri dari H Purwo Subekti, Dosen Teknik Mesin, dan Andi Lesmana, SE., MM. Keduanya turut memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penerapan metode PAM sebagai langkah sederhana dan efektif dalam mengelola sampah plastik agar dapat memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat.

Edukasi Masyarakat untuk Menjaga Lingkungan

Ketua Tim Pengabdian, H. Purwo Subekti, Rabu (22/7/2026), mengatakan persoalan sampah plastik tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi salah satu faktor yang memperparah risiko banjir ketika sampah menyumbat saluran air.

Menurutnya, melalui metode Pungut, Angkut, dan Manfaat (PAM), masyarakat diajak membangun kebiasaan baru dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa sampah plastik bukan hanya limbah yang harus dibuang, tetapi juga dapat dikelola sehingga memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi lingkungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, metode PAM merupakan langkah sederhana yang dapat diterapkan masyarakat untuk mengurangi pencemaran sekaligus meminimalkan potensi banjir, khususnya di wilayah yang rawan genangan seperti Kecamatan Kepenuhan.

“Kami berharap ilmu yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata, melainkan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat dengan dukungan pemerintah desa,” katanya.

Ia juga berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat terus terjalin sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

“Pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari kesadaran setiap individu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kepenuhan Timur, Azhar AS, SH., MH., menyampaikan apresiasi kepada Universitas Pasir Pengaraian beserta seluruh tim pengabdian yang telah memilih Desa Kepenuhan Timur sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan.

Ia menilai sosialisasi tersebut sangat relevan dengan kondisi desa yang masih menghadapi persoalan sampah plastik, terutama ketika musim penghujan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Pasir Pengaraian dan kementrian sain teks atas hibah 2026 serta seluruh tim pengabdian yang telah memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Kepenuhan Timur. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman kepada warga tentang pentingnya pengelolaan sampah plastik agar lingkungan tetap bersih dan risiko banjir dapat diminimalisir,” kata Azhar.

“Kami berharap ilmu yang diberikan dapat diterapkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah Desa akan terus mendukung upaya-upay yang mendorong terciptanya budaya peduli lingkungan sehingga Desa Kepenuhan Timur menjadi desa yang bersih, sehat, dan bebas dari permasalahan sampah plastik,” tutupnya.

DLH Rohul Melaui Kabid Pengendalian Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hulu, Elfitri Nawawi, S.s.i mengapresiasi kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan Universitas Pasir Pengaraian. "Edukasi seperti ini sangat penting karena pengelolaan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat,” ujar Elfitri.

Ia menjelaskan, sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai persoalan lingkungan, termasuk menyumbat drainase dan memperbesar potensi terjadinya genangan maupun banjir.

“Metode Pungut, Angkut, dan Manfaat (PAM) merupakan salah satu upaya yang baik untuk membangun kebiasaan masyarakat agar sampah tidak langsung dibuang, tetapi dipungut, diangkut dan dikelola sehingga memiliki manfaat atau nilai ekonomi,” jelasnya.

Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi. Peserta terdiri dari perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga Desa Kepenuhan Timur. (Toat)