Di Tengah Maraknya Intermitent Fasting, Ini Alasan Para Pakar Tetap Anjurkan Sarapan
WARTASULUH.COM- Tak cuma butuh nutrisi seimbang, pola makan yang baik juga mensyaratkan jadwal makan yang konsisten. Salah satu yang kerap dianjurkan oleh para pakar adalah sarapan atau makan pagi.
"Tubuh paling siap mengolah makanan di pagi hari. Gula darahnya akan cenderung lebih stabil," kata praktisi kesehatan dr Juwalita Surapsari, M.Gizi, SpGK, dalam diskusi di Jakarta Selatan baru-baru ini.
Namun demikian, dr Juwalita menekankan bahwa yang terpenting adalah jadwal yang konsisten. Jika seseorang memang tidak biasa sarapan, maka biasanya tidak akan dipaksa karena justru akan berdampak negatif pada berat badan.
Sementara itu, makan siang menurut dr Juwalita biasanya menjadi makan utama dengan sumber energi yang lengkap. Selain itu, asupan protein dan serat juga harus cukup pada sesi makan ini.
Terakhir, dr Juwalita mengingatkan untuk hati-hati mengatur makan malam hari. Kebiasaan banyak orang untuk menjadikan makan malam sebagai sesi makan utama, menurutnya kurang tepat.
"Malam hari hindari makan berat. Karena secara fisiologis metabolisme kita sudah melambat," pesannya.
"Biasanya saya saranin maksimal jam 7. Sebaiknya di atas jam 7 udah nggak makan lagi, karena risikonya adalah lemak gampang numpuk, gula darah gampang naik," tandas dr Juwalita.


Khaliza



