45 Titik Panas Menyala di Riau, Tim Manggala Agni Berpacu dengan Angin di Lokasi Karhutla

Sebanyak 45 titik panas (hotspot) menyala di Provinsi Riau, Update 5 Agustus 2026 hingga pukul 23.00 WIB. Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera berpacu dengan angin di lokasi kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah titik di Provinsi Riau.

45 Titik Panas Menyala di Riau, Tim Manggala Agni Berpacu dengan Angin di Lokasi Karhutla
Sebanyak 45 titik panas (hotspot) menyala di Provinsi Riau, Update 5 Agustus 2026 hingga pukul 23.00 WIB. Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera berpacu dengan angin di lokasi kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah titik di Provinsi Riau. FOTO: Manggala Agni

WARTASULUH.COM, PELALAWAN - Sebanyak 45 titik panas (hotspot) menyala di Provinsi Riau, Update 5 Agustus 2026 hingga pukul 23.00 WIB. Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera berpacu dengan angin di lokasi kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah titik di Provinsi Riau.

Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru Ranti Kurniati, mengatakan, sebanyak 45 titik panas di Riau tersebar di Kabupaten Indragiri Hilir 16 titik panas, Indragiri Hulu 14 titik panas, Pelalawan dan Siak masing-masing 4 titik panas, Kuantan Singingi 3 titik panas, Kampar 2 titik panas, Kota Dumai dan Rokan Hulu masing-masing 1 titik panas.

"Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera 453 titik panas yang tersebar di Provinsi Sumatera Selatan 195 titik panas, Lampung 77 titik panas, Kepulauan Bangka Belitung 65 titik panas, Riau 45 titik panas, Jambi 29 titik panas, Kepulauan Riau 18 titik panas, Bengkulu 8 titik panas, Sumatera Barat 7 titik panas, Sumatera Utara 5 titik panas, dan Aceh 4 titik panas," ungkap Ranti Kurniati, Kamis (6/8/2026).

Sementara itu, Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera masih berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah titik di Provinsi Riau.

Hingga Rabu (5/8/2026), operasi pemadaman masih difokuskan di Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu (Inhu), dengan berbagai tantangan mulai dari medan yang sulit dijangkau, bahan bakar yang padat, hingga angin kencang yang memicu penyebaran api.

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan terdapat empat lokasi yang menjadi fokus penanganan. 

Tiga di antaranya masih dalam proses pemadaman, sementara satu titik di Kabupaten Indragiri Hulu berhasil dipadamkan secara tuntas.

"Tim Manggala Agni terus melakukan pemadaman dan pendinginan di seluruh titik yang masih aktif. Kendala di lapangan masih didominasi akses menuju lokasi kebakaran yang cukup jauh, kondisi vegetasi yang mudah terbakar, serta pengaruh angin yang membuat bara api mudah kembali menyala. Namun seluruh personel tetap bekerja maksimal agar api segera dapat dikendalikan," ujar Ferdian Krisnanto.

Lokasi dengan penanganan terlama berada di Kelurahan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Memasuki hari keenam operasi, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 15 hektare. 

Tim menghadapi tantangan berupa bahan bakar yang padat serta jarak menuju titik api yang cukup jauh. 

Peralatan harus diangkut menggunakan kendaraan roda dua selama sekitar 45 menit, kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 1,5 kilometer menuju lokasi.

Menurut Ferdian, hujan dengan intensitas sedang sempat turun selama sekitar 30 menit di lokasi kebakaran. 

Meski membantu menurunkan intensitas api, hujan belum mampu memadamkan kebakaran secara menyeluruh sehingga operasi dilanjutkan.

"Curah hujan memang cukup membantu menurunkan intensitas api, tetapi belum cukup untuk memastikan seluruh bara benar-benar padam. Karena itu pemadaman lanjutan dan pendinginan tetap kami lakukan agar tidak terjadi penyalaan kembali," katanya.

Di lokasi lain, tepatnya di Mak Teduh, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, kebakaran yang diperkirakan telah meluas hingga sekitar 10 hektare memasuki hari kedua penanganan. 

Vegetasi berupa rumput ilalang yang kering menimbulkan asap pekat, sementara embusan angin yang berubah-ubah menyulitkan proses pemadaman.

Sementara itu, di Desa Paya Rumbai, Kecamatan Siberida, Kabupaten Indragiri Hulu, tim berhasil menuntaskan pemadaman kebakaran di lahan seluas sekitar 1,5 hektare pada hari kedua operasi. 

Meski sempat menghadapi keterbatasan sumber air, api berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Adapun di Sungai Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, kebakaran dengan estimasi luas mencapai 20 hektare masih terus ditangani. 

Bahan bakar yang padat, asap tebal, serta angin kencang menjadi tantangan utama di lokasi tersebut.

Meski demikian, Ferdian menyebut perkembangan positif mulai terlihat setelah kepala api di sisi selatan berhasil dikuasai. 

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan dukungan dua unit helikopter water bombing yang terus melakukan pengeboman air di area kebakaran.

"Sinergi seluruh unsur darat dan udara terus kami optimalkan agar titik-titik api yang tersisa dapat segera dipadamkan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena kondisi cuaca masih mendukung terjadinya kebakaran," pungkasnya. (shd)