229 Titik Panas Menyala di Riau, Hotspot Terbanyak di Bengkalis, Petugas Gabungan Cegah Asap Menyeberang ke Malaysia
Sebanyak 229 titik panas (hotspot) menyala di Riau, Update 28 Maret 2026 hingga pukul 23.00 WIB, dengan Hotspot terbanyak di Bengkalis 147 titik panas. Petugas gabungan cegah asap menyeberang ke Malaysia dengan berjibaku padamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
WARTASULUH.COM, BENGKALIS - Sebanyak 229 titik panas (hotspot) menyala di Riau, Update 28 Maret 2026 hingga pukul 23.00 WIB, dengan Hotspot terbanyak di Bengkalis 147 titik panas. Petugas gabungan cegah asap menyeberang ke Malaysia dengan berjibaku padamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru Deby C, mengatakan, dari 229 titik panas di Riau, terbanyak di Kabupaten Bengkalis sebanyak 147 titik panas.
"Kemudian di Pelalawan 36 titik panas, Indragiri Hilir 35 titik panas, Kota Dumai 9 titik panas, Indragiri Hulu 1 titik panas, dan Kampar 1 titik panas," ungkap Deby C, Minggu (29/3/2026).
Sebanyak 352 hotspot di Sumatra disumbang Provinsi Riau 229 titik panas, Kepulauan Riau 81 titik panas, Bangka Belitung 12 titik panas, Jambi 11 titik panas, Sumatera Selatan 9 titik panas, Aceh 9 titik panas, dan Sumatera Barat 1 titik panas.
Sementara itu, petugas gabungan berupaya mencegah asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyeberang ke Malaysia.
Sebab, Kota Dumai dan Kabupaten Bengkalis, wilayah dekat dengan negara tetangga.
"Kondisi saat ini sangat ekstrem. Alhamdulillah, asap tidak sampai ke Malaysia. Asap dari Pulau Rupat mengarah ke Dumai," kata Kepala Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai, Chairul Parsaulian Ginting, dikutip Wartasuluh.com dari kompas.com, Minggu (29/3/2026).
Di Kabupaten Bengkalis, lokasi karhutla terdapat di wilayah Kecamatan Rupat dan Kecamatan Rupat Utara.
Chairul Parsaulian Ginting mengatakan, terdapat dua lokasi kebakaran yang terparah di wilayah kerjanya itu.
"Ada dua titik api yang parah, yaitu di Kelurahan Pergam dan Kelurahan Teluk Lecah. Yang paling parah di Teluk Lecah, itu luas lahan yang terbakar sudah mencapai 300 hektar. Sementara di Pergam sekitar 50 hektar," kata Chairul.
Chairul menyampaikan, karhutla di Teluk Lecah sudah berlangsung selama satu bulan.
Petugas gabungan dari Manggala Agni, TNI, Polri cukup kewalahan mengatasi si jago merah di lahan gambut itu.
"Di Teluk Lecah sudah sebulan api tak padam-padam. Hujan tak ada turun," kata Chairul.
Petugas kini hanya bisa menahan penjalaran api agar tidak semakin meluas. Namun, sumber air di lokasi sangat minim sehingga membuat proses pemadaman menjadi terhambat.
"Sekarang ini kami hanya bisa berusaha menahan penjalaran api, dengan sumber air yang terbatas," ujar Chairul.
Sementara itu, kebakaran di Kelurahan Pergam masih cukup parah dan mengeluarkan banyak asap.
Untuk pemadaman api, kata Chairul, tim Manggala Agni Pekanbaru turut diperbantukan ke lokasi. Namun, titik api karhutla kembali muncul di Kelurahan Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara.
"Ada satu lagi titik api di Kelurahan Titi Akar. Hari ini tim Manggala Agni dari Jambi diturunkan untuk membantu. Karena personel kami sudah habis dikerahkan semuanya untuk pemadaman karhutla di Dumai dan Bengkalis," kata Chairul.
Petugas gabungan terus berupaya melakukan pemadaman untuk mencegah asap kebakaran berdampak ke permukiman. (shd)


Lestari



