Wujudkan Janji Satu Rumah Satu Sarjana, Pemprov Riau Alokasikan Rp62 Miliar Beasiswa untuk 3.644 Mahasiswa

Wujudkan janji Satu Rumah Satu Sarjana, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengalokasikan anggaran Rp62 miliar pada tahun anggaran 2026 dalam program Beasiswa untuk 3.644 mahasiswa.

Wujudkan Janji Satu Rumah Satu Sarjana, Pemprov Riau Alokasikan Rp62 Miliar Beasiswa untuk 3.644 Mahasiswa
Wujudkan janji Satu Rumah Satu Sarjana, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengalokasikan anggaran Rp62 miliar pada tahun anggaran 2026 dalam program Beasiswa untuk 3.644 mahasiswa.

WARTASULUH.COM, PEKANBARU - Wujudkan janji Satu Rumah Satu Sarjana, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengalokasikan anggaran Rp62 miliar pada tahun anggaran 2026 dalam program Beasiswa untuk 3.644 mahasiswa.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, mengatakan, beasiswa bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan investasi pembangunan daerah agar sebanyak-banyaknya anak Riau memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih baik, memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja, serta mampu menjadi bagian dari pembangunan transformasi ekonomi daerah ke depan.

Syahrial mengatakan, program beasiswa tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Riau merealisasikan target pembangunan sumber daya manusia sebagaimana tertuang dalam RPJMD, termasuk janji menghadirkan satu rumah satu sarjana.

“Enam puluh dua miliar mungkin angka yang kecil, Bapak Ibu, karena bersumber dari APBD. Janji yang ada dalam RPJMD, yakni satu rumah satu sarjana, tentu tidak bisa tercapai hanya dengan pemberian Rp62 miliar untuk beasiswa saja,” kata Syahrial, Minggu (10/5/2026).

Karena itu, kata dia, pemerintah Riau terus berikhtiar dan mengajak semua pihak untuk memperoleh anggaran yang lebih besar dari sumber lain, baik melalui APBN maupun lembaga pemerintah lainnya.

Satu di antara upaya itu dilakukan melalui program Badan Pengelola Dana Perkebunan  (BPDP) salah satu BLU pengelola kelapa sawit. Dari kuota nasional sebanyak 4.000 penerima beasiswa, sebanyak 1.341 penerima berasal dari Riau.

“Artinya, anak-anak Riau bisa mendapatkan beasiswa biaya hidup, biaya kos, termasuk biaya pendidikan lainnya,” ujarnya.

Syahrial menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi menjadi langkah penting untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda di Riau. Ia berharap semakin banyak anak Riau memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi.

"Sehingga kualitas sumber daya manusia di daerah terus meningkat dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan di masa depan, " tutupnya. (kha)