Kemenkes Buka Suara soal Ramai Pejabat Berobat ke Luar Negeri demi Cari 'Second Opinion'
WARTASULUH.COM- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) buka suara terkait ramainya sorotan mengenai sejumlah pejabat yang memilih berobat ke luar negeri untuk mendapatkan 'second opinion'. Kemenkes menilai penguatan layanan kesehatan di dalam negeri terus dilakukan agar masyarakat, termasuk pejabat, semakin percaya pada kualitas pelayanan rumah sakit di Indonesia.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI Aji Muhawarman mengatakan pihaknya tidak ingin mengomentari keputusan setiap individu untuk berobat ke luar negeri.
"Ini saya tidak menanggapi kasus per kasus atau orang per orang ya," kata Aji, saat dikutip dari detikcom, Kamis (23/7/2026).
Menurutnya, pemerintah saat ini fokus menjalankan transformasi sistem kesehatan, khususnya pada pelayanan kesehatan rujukan atau layanan sekunder.
"Tapi saya berpendapat bahwa sebetulnya kan kita sedang melakukan transformasi kesehatan. Salah satunya adalah tentang pelayanan kesehatan rujukan atau sekunder," ujarnya.
Aji menjelaskan penguatan dilakukan di berbagai aspek, mulai dari kewenangan layanan, tenaga kesehatan, tenaga medis, hingga kelengkapan infrastruktur rumah sakit.
"Artinya kita memperkuat terus. Dari sisi kewenangannya, dari sisi tenaga kesehatan, tenaga medisnya, peralatannya, infrastruktur semua kita perkuat," katanya.
Dengan penguatan tersebut, Kemenkes berharap masyarakat di berbagai daerah dapat memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas tanpa harus pergi ke kota besar, apalagi ke luar negeri.
"Sehingga kita berharap sebetulnya di beberapa daerah yang selama ini mungkin pelayanan sulit diakses, kualitasnya juga mungkin belum tinggi, itu dengan adanya penguatan-penguatan kita di lapangan, di rumah sakitnya, dengan tenaganya, alat segala macam, itu tentu membantu mempermudah itu, mempercepat itu, meningkatkan kualitasnya," jelas Aji.
Ia menambahkan, masyarakat dari daerah terpencil nantinya tidak lagi harus dirujuk ke kota-kota besar untuk mendapatkan pelayanan medis yang memadai.
"Orang tidak perlu dari daerah-daerah terpencil atau yang susah harus ke kota-kota besar. Yang di kota besar tidak perlu keluar (negeri)," katanya.
Menurut Aji, kualitas layanan kesehatan di Indonesia kini mengalami peningkatan signifikan berkat penguatan sumber daya kesehatan dan pembangunan infrastruktur.
"Karena kami yakin memang saat ini sudah ada jauh sekali peningkatannya dari sisi kualitas pelayanan dengan penguatan SDM kesehatan dan juga infrastrukturnya," ujarnya.
Saat ditanya apakah tren masyarakat Indonesia yang berobat ke luar negeri masih meningkat, Aji mengaku masih menunggu data terbaru. Namun, ia berharap tren tersebut justru menurun seiring meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan nasional.
"Saya masih cek datanya, tapi mestinya dengan adanya penguatan-penguatan kita, harusnya menurun," katanya.
Menurutnya, peningkatan mutu layanan kesehatan bertujuan membangun kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit di Indonesia.
"Karena kita ingin ada kepercayaan publik bahwa memang ini sudah semakin bagus tingkat pelayanan kita, kualitasnya, sehingga setara dengan pelayanan kesehatan di luar negeri. Itu harapan kita," pungkasnya.
Khaliza



