Jelang Asian Games 2026 Jepang dan Olimpiade 2028, Kemenpora Dorong Pelatnas Jangka Panjang 21 Cabor Unggulan

Jelang Asian Games 2026 di Aichi Jepang pada September-Oktober 2026, Sea Games Malaysia tahun 2027, dan Olimpiade Los Angeles tahun 2028, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI mendorong Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) jangka panjang, khususnya 21 cabang olahraga unggulan, yang didukung pendanaan multi years. 

Jelang Asian Games 2026 Jepang dan Olimpiade 2028, Kemenpora Dorong Pelatnas Jangka Panjang 21 Cabor Unggulan
Jelang Asian Games 2026 di Aichi Jepang pada September-Oktober 2026, Sea Games Malaysia tahun 2027, dan Olimpiade Los Angeles tahun 2028, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI mendorong Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) jangka panjang, khususnya 21 cabang olahraga unggulan, yang didukung pendanaan multi years.  FOTO: Kemenpora

WARTASULUH.COM, JAKARTA - Jelang Asian Games 2026 di Aichi Jepang pada September-Oktober 2026, Sea Games Malaysia tahun 2027, dan Olimpiade Los Angeles tahun 2028, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI mendorong Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) jangka panjang, khususnya 21 cabang olahraga unggulan, yang didukung pendanaan multi years. 

"Khusus dalam menghadapi Asian Games 2026 di Aichi, Jepang, yang kini memasuki fase persiapan yang semakin pendek. Kondisi tersebut menuntut persiapan yang lebih matang, terukur, dan berkelanjutan agar Indonesia mampu mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi di Asian Games," ungkap Surono, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi, dikutip Wartasuluh.com, Selasa (21/7/2026).

Surono juga mengapresiasi Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) Komite Olimpiade Indonesia Tahun 2026 di Lantai 16 Kantor KOI, Senayan, Jakarta, pada Senin (20/7/2026), sebagai langkah nyata mewujudkan prestasi olahraga yang lebih gemilang di pentas dunia.

"Kemenpora memberikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada Komite Olimpiade Indonesia yang secara konsisten menjaga tata kelola organisasi melalui mekanisme Rapat Anggota Luar Biasa sebagai bagian dari implementasi prinsip good governance," ujar Deputi Surono yang hadir mewakili Menpora Erick Thohir.   

Menurut Deputi Surono, momentum rapat ini penting untuk memastikan setiap keputusan organisasi berjalan sesuai mekanisme yang telah disepakati bersama, sehingga mampu menjaga stabilitas, soliditas, dan kredibilitas Komite Olimpiade Indonesia.  

"Pemerintah percaya, ketika tata kelola organisasi berjalan baik, kolaborasi semakin kuat, dan seluruh insan olahraga bersatu, maka prestasi Indonesia di panggung dunia akan semakin dekat untuk kita raih bersama," kata Deputi Surono. 

Untuk menghadapi Asian Games 2026 di Aichi Jepang pada bulan September s.d Oktober, Sea Games Malaysia tahun 2027, dan Olimpiade Los Angeles tahun 2028, Surono menekankan bahwa kolaborasi, sinergi, dan kerjasama antara pemerintah,KOI, cabang olahraga, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem olahraga nasional yang semakin kuat dan berdaya saing. 

"Peningkatan prestasi olahraga tidak dapat dicapai melalui pembinaan jangka pendek. Atlet berprestasi membutuhkan proses pembinaan yang panjang dan terstruktur mulai dari pengembangan kemampuan dasar, peningktan kualitas teknik, hingga penguatan mental bertanding," tuturnya.    

"Semoga keputusan-keputusan yang dihasilkan nanti semakin memperkuat organisasi, mempererat kolaborasi, serta menjadi langkah nyata dalam mewujudkan prestasi olahraga Indonesia yang lebih gemilang di tingkat regional, kontinental, hingga Olimpiade," pungkasnya. (kha)