BNN Pastikan Asap Hasil Pemusnahan Narkoba Tidak Mengandung Narkotika

BNN Pastikan Asap Hasil Pemusnahan Narkoba Tidak Mengandung Narkotika
Ilustrasi pemusnahan narkotika, Foto, Instagram

WARTASULUH.COM,PEKANBARU- Badan Narkotika Nasional memastikan asap hasil pemusnahan narkotika aman untuk dihirup masyarakat. Terutama, pemusnahan narkotika termasuk ganja menggunakan fasilitas insinerator bersuhu tinggi.

Dalam keterangan yang disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung Brigjen Pol Budi Wibowo, asap yang dihasilkan dari proses pembakaran tidak lagi mengandung zat narkotika karena seluruh molekul telah dihancurkan dalam proses pemanasan bertingkat.

“Asap yang keluar dari fasilitas pemusnah narkotika tidak mengandung jejak narkotika dan aman untuk dihirup,” kata Budi.

Menurut Budi, pemusnahan dilakukan menggunakan alat insinerator dengan sistem pembakaran dua tungku. Proses tersebut dirancang agar seluruh kandungan narkotika benar-benar terurai sempurna sebelum asap dilepaskan ke udara.

“Pemusnahan dilakukan dengan menggunakan alat insinerator dengan prinsip kerja sistem pembakaran dua tungku,” tutur Budi.

Ia menjelaskan, pembakaran tahap pertama berlangsung pada suhu sekitar 600 hingga 850 derajat celcius. Pada tahap ini, molekul narkotika mulai terurai menjadi partikel-partikel halus.

Selanjutnya, sisa pembakaran diproses kembali pada tungku kedua dengan suhu lebih tinggi, yakni 850 hingga 1100 derajat celcius. BNN mengklaim suhu tersebut mampu menghancurkan seluruh sisa molekul narkotika.

“Tungku ini memastikan bahwa semua molekul narkotika yang masih tersisa benar-benar hancur,” ujarnya.

Budi mengatakan kedua tungku bekerja secara berurutan untuk memastikan tidak ada molekul yang lolos tanpa proses penghancuran.

“Proses ini berlangsung minimum selama 2 detik untuk memastikan tidak ada molekul yang lolos tanpa mengalami pemecahan,” kata Budi.

Setelah melewati dua tahap pembakaran, zat narkotika disebut berubah menjadi senyawa sederhana seperti karbon dioksida dan uap air melalui proses oksidasi sempurna.

Budi juga menyebut teknologi insinerator yang digunakan telah dilengkapi sistem kontrol emisi dan memenuhi standar internasional dalam pemusnahan barang berbahaya.

“Mampu menghancurkan 99,99 persen jejak narkotika,” ucap dia.

BNN memastikan metode tersebut digunakan untuk meminimalkan risiko paparan zat berbahaya kepada petugas maupun masyarakat di sekitar lokasi pemusnahan narkotika.