4 Atlet Para Balap Sepeda Indonesia Langsung Ikuti UCI Para-cycling Track World Championships 2026 di Belanda
Empat atlet Para Balap Sepeda Indonesia yaitu Muhammad Fadli Imammuddin, Tifan Abid Alana, Sufyan Saori, dan juga Nurfendi, langsung ikuti UCI Para-cycling Track World Championships 2026 di Belanda, usai bertanding di Asian Para Games 2026, Nagoya. Jepang.
WARTASULUH.COM, BELANDA - Empat atlet Para Balap Sepeda Indonesia yaitu Muhammad Fadli Imammuddin, Tifan Abid Alana, Sufyan Saori, dan juga Nurfendi, langsung ikuti UCI Para-cycling Track World Championships 2026 di Belanda, usai bertanding di Asian Para Games 2026, Nagoya. Jepang.
"Jadi ada 4 atlet yang ikut try out untuk mencari poin Paralimpiade Los Angeles 2028. Mereka sudah berangkat dari Jepang kemarin, langsung ke Belanda," ungkap Rizan Setyo Nugroho, pelatih Para Cycling Indonesia, dikutip Wartasuluh.com dari laman NPC Indonesia, Senin (26/10/2026).
Para atlet tersebut berangkat ke Belanda dengan motivasi tinggi. Para balap sepeda sukses meraih satu medali emas dan empat medali perunggu.
Emas diraih Fadli dari nomor Individual Pursuit (IP) klasifikasi C4 putra. Pria kelahiran Bogor itu berhasil mencatatkan rekor baru Asian Para Games dengan catatan waktu 4 menit 50,169 detik.
Dua medali perunggu diraih Nur Fendi dari nomor road race putra kategori B dan nomor time trial putra kategori B. Lalu, ditambah Sufyan Saori dari nomor 1000 meter Individual Time Trial C4-5 dan Vanza Mifthahul Jannah dari nomor Individual Pursuit 4000 meter putri kategori B.
Rizan menyebut para atlet berangkat ke Belanda dengan target realistis mengumpulkan poin untuk mengejar kuota by nations Paralimpiade 2028.
"Kita tidak menarget medali karena memang musuh-musuhnya sudah level dunia. Jadi kita berharap posisi terbaik untuk mendapatkan poin sebanyak mungkin di try out dunianya," ungkap Rizan.
Rizan menyebut kuota atlet untuk bertanding di Paralimpiade Los Angeles 2028 masih diperebutkan hingga akhir 2027 mendatang.
"Kita belum mendapatkan slot atlet. Misal kita bisa ranking delapan Asia, Insya Allah kita mendapatkan satu slot by nations. Nantinya kami dari tim pelatih dan NPC Indonesia yang menentukan siapa atletnya yang akan diberangkatkan ke Paralimpiade," tutur Rizan.
Berkaitan dengan hasil akhir Asian Para Games 2026, tim para balap sepeda ikut gembira bisa berkontribusi dalam raihan satu emas dan empat perunggu.
"Asian Para Games saat ini kita melebihi target, yaitu secara umum kita menargetkan 7 medali emas, tapi ternyata melesat jadi 15 medali emas. Itu adalah prestasi yang sangat membanggakan bagi kontingen Indonesia," ucap Rizan.
Sementara itu, Kontingen Indonesia tiba di Tanah Air usai berlaga di Asian Para Games 2026. Para atlet, pelatih, dan ofisial disambut di Bandara Internasional Adi Soemarmo, Boyolali, Minggu (25/10/2026) pukul 18.00 WIB setelah menempuh perjalanan 7 jam menggunakan pesawat carter Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 8300.
Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia, Reda Manthovani, menyebut keberhasilan ini sebagai hasil kerja sama yang solid dari seluruh elemen kontingen.
Prestasi ini sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terkhusus poin-poin misi keempat, yang berkaitan dengan prestasi olahraga, penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.
"Kita hanya bersyukur, karena ini berkat kerja sama yang solid antara NPC, atlet, para pelatih, dan juga para pendukung lainnya. Dengan kekompakan ini, soliditas ini, akhirnya kita bahu-membahu di pertandingan," ujar Reda Manthovani. (kha)



Lestari



