495.251 Siswa MA dan MAK Ikuti Asesmen Nasional dan TKA Hari Ini hingga 8 November 2026

Sebanyak 495.251 siswa Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) terdaftar mengikuti Asesmen Nasional (AN) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026/2027 mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Data Kemenag mencatat 495.095 peserta berasal dari MA dan 156 peserta dari MAK, yang tersebar di 9.798 satuan pendidikan, terdiri atas 9.793 MA dan lima MAK.

495.251 Siswa MA dan MAK Ikuti Asesmen Nasional dan TKA Hari Ini hingga 8 November 2026
Sebanyak 495.251 siswa Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) terdaftar mengikuti Asesmen Nasional (AN) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026/2027 mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Data Kemenag mencatat 495.095 peserta berasal dari MA dan 156 peserta dari MAK, yang tersebar di 9.798 satuan pendidikan, terdiri atas 9.793 MA dan lima MAK. FOTO: Kemenag

WARTASULUH.COM, JAKARTA - Sebanyak 495.251 siswa Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) terdaftar mengikuti Asesmen Nasional (AN) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026/2027 mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Data Kemenag mencatat 495.095 peserta berasal dari MA dan 156 peserta dari MAK, yang tersebar di 9.798 satuan pendidikan, terdiri atas 9.793 MA dan lima MAK.

Direktur Kurikulum dan Kesiswaan Madrasah Kementerian Agama (Kemenag), Nyayu Khadijah, meminta madrasah memastikan kesiapan perangkat, jaringan internet, petugas, dan peserta agar asesmen berjalan lancar. Guru dan orang tua juga diminta mendampingi siswa tanpa menambah tekanan menjelang pelaksanaan.

“Pastikan perangkat dan jaringan berfungsi dengan baik, petugas memahami tugasnya, dan siswa mengetahui jadwal serta prosedur yang harus diikuti. Kita ingin anak-anak mengikuti asesmen dengan tenang, percaya diri, dan jujur,” ujar Nyayu Khadijah, dikutip Wartasuluh.com dari laman Kemenag.go.id, Minggu (25/10/2026).

Nyayu mengingatkan pentingnya persiapan yang wajar agar siswa tetap sehat dan mampu menunjukkan kompetensinya.

“Dampingi siswa untuk mempersiapkan diri secara wajar, menjaga kesehatan, dan beristirahat cukup. Berikan dukungan agar mereka dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan mengandalkan kemampuan sendiri,” tuturnya.

Sebanyak 9.681 MA tercatat melaksanakan AN-TKA secara mandiri. Data infrastruktur pendukung telah mencakup 9.816 MA, dengan 4.465 di antaranya terverifikasi. Pada jenjang MAK, empat dari lima satuan pendidikan yang terdata telah terverifikasi.

“Madrasah perlu memastikan setiap kendala teknis segera dipetakan dan dikoordinasikan dengan penyelenggara terkait. Kesiapan layanan harus menjadi perhatian agar peserta dapat mengikuti seluruh tahapan dengan baik,” kata Nyayu.

Pelaksanaan reguler gelombang pertama berlangsung pada 26–29 Oktober 2026, sedangkan gelombang kedua dijadwalkan pada 2–5 November 2026.

Adapun gelombang khusus mata pelajaran wajib berlangsung pada 31 Oktober–1 November 2026. Untuk mata pelajaran pilihan, pelaksanaannya dijadwalkan pada 7–8 November 2026.

Materi mencakup Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan dua mata pelajaran pilihan. Rangkaian AN juga meliputi Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar.

Nyayu menegaskan AN dan TKA memiliki tujuan berbeda. AN memotret mutu pembelajaran serta lingkungan belajar, sedangkan TKA mengukur capaian akademik setiap siswa secara terstandar.

“AN memberikan gambaran mutu pembelajaran dan lingkungan belajar di madrasah, sedangkan TKA memberikan informasi capaian akademik individu siswa. Hasilnya perlu dimanfaatkan untuk mengenali bagian yang sudah baik dan bagian yang masih membutuhkan perbaikan,” jelasnya.

AN menggunakan tiga instrumen, yakni Asesmen Kompetensi Minimum, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar. Hasilnya digunakan untuk evaluasi mutu pendidikan, bukan menentukan kelulusan siswa.

Sementara itu, hasil TKA dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam seleksi pendidikan lanjutan, termasuk jalur prestasi. Hasil asesmen juga diharapkan membantu madrasah mengidentifikasi kebutuhan belajar dan meningkatkan kualitas pembelajaran. (kha)