Sering Lemas Padahal Cukup Istirahat? Waspada Ciri Diabetes Ringan yang Sering Mengecoh

Sering Lemas Padahal Cukup Istirahat? Waspada Ciri Diabetes Ringan yang Sering Mengecoh
Ciri-Ciri Diabetes Ringan,Foto: Kontan

WARTASULUH.COM- Rasa lelah atau lemas biasanya dapat teratasi dengan beristirahat. Namun, kelelahan yang berlangsung terus-menerus atau fatigue bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu.

Salah satu penyakit yang dapat menimbulkan gejala kelelahan terus menerus adalah diabetes, baik diabetes tipe 1 maupun tipe 2. Ketahui penyebab kelelahan akibat diabetes beserta gejala lain yang kerap menyertainya.

Gejala Diabetes yang Berkaitan dengan Kelelahan

Beberapa gejala diabetes dapat berkontribusi terhadap rasa lelah meski telah beristirahat, di antaranya:

  • Rasa haus berlebihan (polidipsia): Kondisi ini terjadi karena tubuh berusaha mengatasi kadar gula darah yang tinggi. Selain itu rasa haus juga bisa dipicu karena seringnya buang air kecil (poliuria), salah satu gejala lain dari diabetes.
  • Rasa lapar berlebihan meski sudah makan(polifagia): Kurangnya insulin menyebabkan tubuh kekurangan energi sehingga memicu peningkatan rasa lapar.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas: Saat glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel, tubuh menganggap dirinya kekurangan energi dan mulai membakar lemak serta otot sebagai sumber energi.
  • Penglihatan kabur: Kadar gula darah yang tinggi dapat menarik cairan dari jaringan tubuh, termasuk lensa mata.

Meski tidak semua gejala tersebut secara langsung menyebabkan kelelahan, banyak di antaranya dapat menimbulkan rasa tidak nyaman yang berkepanjangan. Kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental sehingga memicu rasa lelah.

Selain gejala-gejala yang telah disebutkan, beberapa alasan lain yang membuat diabetes menyebabkan kelelahan yaitu:

Perubahan Kadar Gula Darah

Tubuh memecah makanan menjadi gula sederhana atau glukosa. Sel-sel tubuh kemudian menggunakan insulin untuk menyerap glukosa dari darah dan mengubahnya menjadi energi.

Pada pengidap diabetes, pankreas tidak menghasilkan insulin dalam jumlah yang cukup atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Akibatnya, kadar glukosa dalam darah meningkat. Kelelahan dapat terjadi ketika sel-sel tubuh tidak mendapatkan cukup glukosa untuk menghasilkan energi.

Kesehatan Mental

Mengidap diabetes juga dapat memengaruhi kondisi mental dan emosional seseorang. Beberapa gejala depresi yang dapat berkontribusi terhadap kelelahan antara lain:

  • Perubahan pola makan yang memengaruhi kadar glukosa darah.
  • Kehilangan energi dan motivasi.
  • Kenaikan berat badan

Pentingnya Cek Gula Darah

Skrining kesehatan, seperti pemeriksaan gula darah, penting dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya gangguan pada kadar gula darah. Dengan mengetahui hasil pemeriksaan, seseorang dapat lebih dini melakukan perubahan pola hidup yang lebih sehat.

"Kalau masalah gula harus cek lab, tentu saja. Tidak hanya gula sewaktu, jadi harus diagnosis untuk diabetes mellitus itu paling tidak ada gula darah puasa, atau namanya HbA1c. Itu adalah rata-rata kadar gula darah 2-3 bulan terakhir, sehingga kita jadi tahu, 'Oh saya ini aman nggak sih?' Atau saya masuk ke prediabetes, atau saya sudah diabetes," kata dokter spesialis penyakit dalam dr Erpryta Nurdia Tetrasiwi, SpPD dikutip dari detikcom Leaders Forum beberapa waktu lalu.

Setelah melakukan pemeriksaan gula darah, kesadaran untuk menjaga kesehatan biasanya akan meningkat. Dari sana, seseorang dapat mulai lebih bijak dalam memilih makanan sehat dan mengurangi konsumsi makanan yang berisiko meningkatkan kadar gula darah.