Indi Darma Oktavia Mahasiswa STABN Raden Wijaya Lulus Tanpa Skripsi, Artikelnya Terbit di Jurnal Terakreditasi SINTA 2
Indi Darma Oktavia mahasiswa Program Studi Pendidikan Keagamaan Buddha pada Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya, Wonogiri, Jawa Tengah, berhasil menyelesaikan studi program sarjana tanpa menempuh skripsi konvensional. Dia lulus setelah artikel hasil penelitiannya diterbitkan jurnal nasional terakreditasi SINTA 2.
WARTASULUH.COM, WONOGIRI - Indi Darma Oktavia mahasiswa Program Studi Pendidikan Keagamaan Buddha pada Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya, Wonogiri, Jawa Tengah, berhasil menyelesaikan studi program sarjana tanpa menempuh skripsi konvensional. Dia lulus setelah artikel hasil penelitiannya diterbitkan jurnal nasional terakreditasi SINTA 2.
Indi Darma Oktavia mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan yang diraih. Ia menyebut proses penyusunan artikel hingga diterbitkan di jurnal SINTA 2 memerlukan kesabaran, komitmen, dan semangat belajar yang tinggi.
Dukungan dari dosen pembimbing, keluarga, serta teman-teman menjadi salah satu faktor penting dalam menyelesaikan proses tersebut.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa STABN Raden Wijaya mampu menghasilkan karya ilmiah yang memenuhi standar akademik nasional.
Hal tersebut ditunjukkan melalui diterbitkannya artikel hasil penelitian pada jurnal nasional terakreditasi SINTA 2 yang berjudul Digital Anxiety and Learning Focus Among Senior High School Students: A Mixed-Methods Study from a Buddhist Psychology Perspective in Wonogiri, Indonesia.
Publikasi pada jurnal nasional terakreditasi SINTA 2 merupakan pencapaian akademik yang membanggakan. Setiap artikel harus melewati proses seleksi yang ketat, penelaahan oleh para ahli (peer review), serta penyempurnaan sesuai dengan kaidah dan standar ilmiah yang berlaku.
Melalui kerja keras, ketekunan, dan bimbingan dosen, Indi Darma Oktavia berhasil menyelesaikan penelitian yang memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu Pendidikan Keagamaan Buddha.
Capaian tersebut sekaligus memenuhi ketentuan akademik yang memberikan alternatif penyelesaian tugas akhir melalui publikasi ilmiah sesuai dengan kebijakan yang berlaku.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menyelesaikan pendidikan secara tepat waktu, tetapi juga didorong untuk menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas dan memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta dunia pendidikan.
Ketua Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya Wonogiri, Jawa Tengah, Sulaiman, menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa STABN Raden Wijaya mampu bersaing serta menghasilkan karya ilmiah berkualitas yang memenuhi standar akademik nasional.
“Saya sangat mengapresiasi prestasi yang membanggakan ini. Capaian tersebut diharapkan menjadi motivasi dan inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya serta meningkatkan budaya riset melalui publikasi ilmiah,” ujar Sulaiman.
Prestasi ini semakin memperkuat komitmen STABN Raden Wijaya dalam menciptakan lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing melalui penguatan budaya penelitian dan publikasi ilmiah.
Dengan semakin banyaknya mahasiswa yang mampu menembus jurnal nasional terakreditasi, diharapkan kualitas akademik institusi terus meningkat serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan keagamaan Buddha di Indonesia. (kha)
Lestari



