43 Titik Panas Menyala di Riau, Tim Manggala Agni Menginap Dekat Lokasi Karhutla Desa Pematang Pudu Bengkalis

Sebanyak 43 titik panas (hotspot) menyala di Provinsi Riau, Update 17 Juli 2026 hingga pukul 23.00 WIB. Tim Manggala Agni Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Provinsi Riau yang bertugas saat padamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, diinapkan ke rumah-rumah warga dekat area kebakaran.

43 Titik Panas Menyala di Riau, Tim Manggala Agni Menginap Dekat Lokasi Karhutla Desa Pematang Pudu Bengkalis
Sebanyak 43 titik panas (hotspot) menyala di Provinsi Riau, Update 17 Juli 2026 hingga pukul 23.00 WIB. Tim Manggala Agni Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Provinsi Riau yang bertugas saat padamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, diinapkan ke rumah-rumah warga dekat area kebakaran. FOTO: Manggala Agni

WARTASULUH.COM, ROKAN HILIR - Sebanyak 43 titik panas (hotspot) menyala di Provinsi Riau, Update 17 Juli 2026 hingga pukul 23.00 WIB. Tim Manggala Agni Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Provinsi Riau yang bertugas saat padamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, diinapkan ke rumah-rumah warga dekat area kebakaran.

Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru Sanya G, mengatakan, sebanyak 43 titik panas di Riau tersebar di Kabupaten Bengkalis 23 titik panas, Kota Dumai 6 titik panas, Indragiri Hulu 5 titik panas, Rokan Hulu 4 titik panas, Pelalawan 3 titik panas, serta Siak dan Indragiri Hilir masing-masing 1 titik panas.

"Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera 326 titik panas yang tersebar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 96 titik panas, Sumatera Selatan 72 titik panas, Riau 43 titik panas, Jambi 28 titik panas, Sumatera Barat 26 titik panas, Lampung 22 titik panas, Aceh 19 titik panas, Sumatera Utara 10 titik panas, Bengkulu 9 titik panas, dan Kepulauan Riau 1 titik panas," ungkap Sanya G, Sabtu (18/7/2026).

Sementara itu, Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, akan dilanjutkan dengan strategi baru untuk mempercepat pengendalian api.

Setelah hasil pemetaan menggunakan drone menunjukkan estimasi luas area terbakar mencapai sekitar 80 hektare, tim gabungan kini memfokuskan perbaikan mobilisasi personel agar pemadaman dapat dimulai lebih awal.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan evaluasi operasi hari pertama menunjukkan waktu tempuh menuju lokasi menjadi salah satu kendala utama yang mengurangi efektivitas pemadaman.

"Besok operasi pemadaman akan kami lanjutkan dengan strategi perbaikan, terutama pada mobilisasi personel. Prinsip kerja kami adalah bergerak sepagi mungkin sehingga kami bisa memanfaatkan kondisi cuaca sebelum angin bertiup lebih kencang," kata Ferdian Krisnanto, Jumat (17/7/2026).

Menurut Ferdian, pada operasi hari ini personel membutuhkan waktu cukup lama untuk mencapai titik kebakaran. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman baru berjalan maksimal ketika kecepatan angin mulai meningkat.

"Kendala pagi tadi salah satunya mobilisasi yang memakan waktu cukup lama. Padahal semakin siang angin semakin kencang dan arahnya bisa berubah-ubah. Situasi itu membuat api lebih cepat menyebar sehingga penanganannya menjadi lebih sulit," ujarnya.

Untuk mengatasi kendala tersebut, seluruh personel Manggala Agni yang bertugas di Pematang Pudu malam ini dipindahkan ke rumah-rumah warga yang lokasinya lebih dekat dengan area kebakaran.

"Malam ini posisi menginap kami geser ke rumah-rumah warga yang paling dekat dengan lokasi. Dengan begitu, besok pagi pergerakan personel bisa jauh lebih cepat sehingga penanganan dapat dimulai sejak dini hari setelah persiapan selesai," jelas Ferdian.

Hingga Jumat siang, hasil pemetaan udara menggunakan drone menunjukkan estimasi luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 80 hektare. Angka tersebut merupakan hasil pembaruan setelah dilakukan pemetaan menyeluruh dari udara.

Dalam operasi pemadaman, Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera mengerahkan tiga regu Manggala Agni yang berasal dari Daops Dumai, Daops Siak, dan Daops Pekanbaru. Mereka bekerja bersama personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta masyarakat di sekitar lokasi.

Selain kekuatan darat, upaya pemadaman juga diperkuat dengan tiga unit helikopter water bombing yang terus melakukan pengeboman air pada titik-titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Ferdian mengatakan sinergi seluruh unsur di lapangan menjadi kunci agar kebakaran tidak terus meluas, mengingat kondisi vegetasi yang kering serta perubahan arah angin masih menjadi tantangan utama.

"Kami akan terus melakukan evaluasi setiap hari agar strategi pemadaman semakin efektif. Harapannya, dengan personel sudah berada lebih dekat ke lokasi, besok operasi bisa dimulai lebih cepat sehingga peluang mengendalikan api sebelum angin menguat akan lebih besar," tutup Ferdian. (shd)