420 Anak Kurang Mampu dari Berbagai Daerah di Riau Bisa Menikmati Sekolah Rakyat Gratis Tahun Ini

Sebanyak 420 anak kurang mampu dari berbagai wilayah kabupaten dan kota se-Provinsi Riau bisa menikmati Sekolah Rakyat gratis tahun penerimaan peserta didik baru 2026. Tahun sebelumnya, hanya diterima 150 siswa.

420 Anak Kurang Mampu dari Berbagai Daerah di Riau Bisa Menikmati Sekolah Rakyat Gratis Tahun Ini
Sebanyak 420 anak kurang mampu dari berbagai wilayah kabupaten dan kota se-Provinsi Riau bisa menikmati Sekolah Rakyat gratis tahun penerimaan peserta didik baru 2026. Tahun sebelumnya, hanya diterima 150 siswa. FOTO: Diskominfotiks Riau

WARTASULUH.COM, PEKANBARU - Sebanyak 420 anak kurang mampu dari berbagai wilayah kabupaten dan kota se-Provinsi Riau bisa menikmati Sekolah Rakyat gratis tahun penerimaan peserta didik baru 2026. Tahun sebelumnya, hanya diterima 150 siswa.

"Untuk tahun anggaran dan tahun ajaran baru ini, kami menargetkan sebanyak 420 siswa di seluruh Provinsi Riau dapat terakomodasi dan menikmati fasilitas pendidikan gratis di Sekolah Rakyat," ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Syahrial Abdi, Senin (15/6/2026).

Langkah penambahan daya tampung program jaring pengaman sosial Sekolah Rakyat (SR) ini diwujudkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sebagai bagian dari akselerasi perluasan akses pendidikan gratis berbasis asrama, yang dirancang khusus oleh pemerintah untuk mengentaskan angka putus sekolah pada klaster keluarga miskin.

Syahrial memaparkan bahwa jumlah kuota penerimaan tahun ini mengalami lonjakan yang sangat signifikan, yakni naik hampir tiga kali lipat jika dibandingkan dengan performa serapan tahun sebelumnya yang hanya mampu menampung 150 siswa. 

Kenaikan tajam daya tampung ini berhasil dicapai menyusul adanya penambahan infrastruktur baru berupa kompleks sekolah permanen di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).

"Kenaikan angka penerimaan tahun ini memang melompat jauh dari capaian tahun lalu. Hal ini dimungkinkan karena progres pembangunan fisik Sekolah Rakyat di Kuantan Singingi saat ini performanya sudah menyentuh 85 persen, dan ditargetkan siap dipergunakan secara fungsional untuk proses belajar mengajar serta pemanfaatan asrama pada Agustus mendatang," jelas Sekda Riau.

Guna menjamin keberlanjutan program strategis ini di tingkat tapak, Pemprov Riau bergerak cepat dengan meminta komitmen kepemimpinan dari seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk menyiapkan lahan di wilayah masing-masing. 

Berdasarkan laporan koordinasi teranyar, hingga pertengahan Juni ini tercatat sudah ada enam otoritas daerah yang secara resmi menyatakan kesiapan administrasi maupun penyiapan lokasi.

Syahrial memberikan rincian bahwa untuk klaster Kota Pekanbaru, pemerintah daerah telah mengunci titik lokasi strategis baru yang bertempat di wilayah Kecamatan Tenayan Raya. 

Namun, untuk saat ini pihak instansi teknis masih harus melakukan tahapan pematangan lahan secara intensif di lapangan demi menyesuaikan kontur tanah agar menjadi hamparan datar yang ideal untuk mendirikan bangunan sekolah.

Sementara itu, untuk proyek yang berada di bawah wewenang langsung Pemerintah Provinsi Riau, lahan baru telah dipersiapkan di kawasan Pasir Putih, tepatnya di Jalan Lintas Timur Kilometer 19.

"Kami sudah mengamankan aset lahan seluas 10 hektare di Pasir Putih untuk pembangunan jangka panjang. Saat ini, tim di lapangan sedang menggesa persiapan dokumen Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) serta pengerasan dan pematangan lahan," imbuh Syahrial.

Syahrial Abdi menegaskan bahwa pembangunan fasilitas pendidikan terpadu ini merupakan komitmen jangka panjang Pemprov Riau dalam meratakan mutu pendidikan daerah, terutama bagi anak-anak yang berada di wilayah pelosok dan pesisir. 

Pemerintah berharap kompleks sekolah baru ini dapat menjadi ruang edukasi yang aman, nyaman, dan kondusif demi mendukung perkembangan karakter serta masa depan anak-anak Riau. (kha)