Hotspot Riau Terbanyak di Sumatra, 100 Titik Panas pada 5 Februari 2026 hingga Pukul 23.00 WIB

Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru Anggun R, mengungkapkan, dari 100 titik panas di Riau, terbanyak di Kabupaten Pelalawan sebanyak 41 titik panas.

Hotspot Riau Terbanyak di Sumatra, 100 Titik Panas pada 5 Februari 2026 hingga Pukul 23.00 WIB
Jumlah hotspot Riau terbanyak di Sumatra yaitu 100 titik panas pada 5 Februari 2026 hingga pukul 23.00 WIB. Sisanya disumbang Provinsi Aceh 9 titik panas, Sumatera Utara 9 titik panas, Sumatera Barat 3 titik panas, Kepulauan Riau 3 titik panas, Bengkulu 2 titik panas, Sumatera Selatan 2 titik panas, Bangka Belitung 2 titik panas dan Jambi 1 titik panas. GRAFIS: BMKG

WARTASULUH.COM, PEKANBARU - Jumlah hotspot Riau terbanyak di Sumatra yaitu 100 titik panas pada 5 Februari 2026 hingga pukul 23.00 WIB. Sisanya disumbang Provinsi Aceh 9 titik panas, Sumatera Utara 9 titik panas, Sumatera Barat 3 titik panas, Kepulauan Riau 3 titik panas, Bengkulu 2 titik panas, Sumatera Selatan 2 titik panas, Bangka Belitung 2 titik panas dan Jambi 1 titik panas.

Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru Anggun R, mengungkapkan, dari 100 titik panas di Riau, terbanyak di Kabupaten Pelalawan sebanyak 41 titik panas.

"Kemudian di Bengkalis 37 titik panas, Kota Dumai 10 titik panas, Siak 4 titik panas, Indragiri Hilir 4 titik panas, Rokan Hilir 1 titik panas, Rokan Hulu 1 titik panas, Kepulauan Meranti 1 titik panas,  dan Kampar 1 titik panas," ungkap Anggun R, Jumat (5/2/2026).         

Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebaran (BPBD dan Damkar) Provinsi Riau Edy Afrizal, mengatakan, Tim gabungan pemadam Karhutla saat masih berjibaku melakukan pemadaman di daerah Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan Riau. 

Berdasarkan laporan, BPBD setempat kembali menambah personel untuk memperkuat tim gabungan yang lebih awal sudah melakukan pemadaman titik api.

"BPBD Pelelawan menambah personelnya membantu pemadaman ke lokasi titik api. Saat ini masih proses pemadaman," jelas Edy.

Selain itu, kata Edy tim gabungan juga berjibaku melakukan pemadaman di Inhil. Meski dilaporkan api sudah berhasil dipadamkan, namun asap masih mengepul di titik Karhutla. 

Kondisi ini membuat personil masih tetap bersiaga di lokasi, menyemprotkan air mencegah kembali munculnya api.

"Tim pemadam masih di lapangan. Memang di laporkan api sudah padam di Inhil, tapi masih berasap," ujar Edy.

Sementara, Karhutla di Kabupaten Bengkalis tepatnya di Kecamatan Bandar Laksamana yang sebelumnya sempat membara telah berhasil dipadamkan. Bandar Laksamana merupakan kecanatan hasil pemekaran dari Kecamatan Bukit Batu.

"Saat ini proses pendinginan masih dilakukan. Apinya sudah padam," jelas Edy lagi.

Data yang dirangkum BPBD Damkar Riau, luasan lahan terbakar di Riau pada pekan pertama Februari 2026 sudah mencapai 126,22 hektare. Terbanyak di Kabupaten Bengkalis dengan luasan 37,51 hektare. Kemudian, Indragiri Hilir (Inhil) 22 hektare,  Pelalawan 21 hektare, Dumai 12,50 hektare.

"Terbanyak Karhutla di Bengkalis," kata Edy Afrizal.

Sisanya Karhutla juga terjadi di sejumlah daerah lainya dengan luasan di Pekanbaru 8 hektare, Meranti, Siak dan Kampar masing-masing 7 hektare, Inhu dan Kuantan Singingi 1 hektare lebih. Sedangkan Rokan Hulu dan Rokan Hilir dilaporkan masih nihil. (shd)