Hotspot Riau 80 Titik Panas Masih Terbanyak di Sumatra, BPBD Damkar Riau Minta Bantuan TMC dan Helikopter Water Bombing
Jumlah Hotspot Riau 80 titik panas masih terbanyak di Sumatra, Update 8 Februari 2026 hingga pukul 23.00 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau segera mengajukan bantuan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dan helikopter water bombing
WARTASULUH.COM, PEKANBARU - Jumlah Hotspot Riau 80 titik panas masih terbanyak di Sumatra, Update 8 Februari 2026 hingga pukul 23.00 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau segera mengajukan bantuan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dan helikopter water bombing ke pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) karena kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus meluas.
Sisa hotspot di Sumatra disumbang Provinsi Aceh 30 titik panas, Kepulauan Riau 30 titik panas, Sumatera Barat 9 titik panas, Sumatera Utara 8 titik panas, Bangka Belitung 4 titik panas, dan Jambi 1 titik panas.
Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru Ranti Kurniati, mengatakan, dari 80 titik panas di Riau, terbanyak di Kabupaten Pelalawan sebanyak 54 titik panas.
"Kemudian di Indragiri Hilir 10 titik panas, Siak 6 titik panas, Kota Dumai 5 titik panas, Bengkalis 4 titik panas, dan Rokan Hilir 1 titik panas," ungkap Ranti Kurniati, Senin (9/2/2026).
Sementara itu, Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan Jim Gafur mengatakan, kegiatan TMC diharapkan dapat kembali meningkatkan curah hujan di Riau. Karena berdasarkan informasi dari BMKG, saat ini curah hujan di Riau mulai berkurang.
“Pada bulan Februari ini curah hujan mulai berkurang terutama di daerah pesisir. Karena itu kami akan mengajukan bantuan TMC,” katanya, Minggu.
Selain mengajukan TMC, pihaknya juga akan mengajukan bantuan helikopter water bombing. Helikopter ini sangat dibutuhkan untuk memadamkan Karhutla yang sulit dijangkau oleh tim darat.
“Bantuan helikopter water bombing dan helikopter patroli juga akan segera kami usulkan,” paparnya.
Namun demikian, sebelum mengajukan bantuan tersebut, pihaknya terlebih dahulu harus menetapkan status siaga darurat Karhutla. Saat ini pihaknya masih menunggu penetapan dari tingkat kabupaten/kota terlebih dahulu.
“Sebelum mengajukan bantuan, kita harus menetapkan status siaga darurat Karhutla terlebih dahulu. Jika sudah ada kabupaten/kota yang menetapkan, maka selanjutnya akan ditetapkan status tingkat provinsi,” ujarnya.
Sementara itu, hingga saat ini menerima laporan masih ada lima daerah yang terjadi Karhutla. Lima daerah tersebut yakni Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Pelalawan dan Kota Dumai.
Untuk Karhutla di lima daerah tersebut hingga saat ini masih dalam tahap pemadam dan pendinginan. Dalam melakukan pemadaman tersebut, tim dilapangan juga mendapatkan bantuan dari pihak swasta.
“Untuk Karhutla saat ini masih terjadi di Bengkalis, Meranti, Siak, Pelalawan dan Dumai,” katanya. (shd)


Lestari 



